Presiden Prabowo Gemakan “Free Palestine” dari Gontor, Keffiyeh Palestina Dikalungkan Dubes

0
1789964840309

PONOROGO — Seruan “Free Palestine” menggema dari Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, ketika Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Sabtu (19/9/2026).

Momen tersebut terjadi ketika Presiden Prabowo menyapa para duta besar negara sahabat yang hadir dalam acara tersebut. Saat menyapa Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, suasana langsung berubah riuh dengan tepuk tangan dan sorakan para hadirin.

Dari atas mimbar, Presiden Prabowo kemudian meneriakkan, “Free Palestine!” sebanyak tiga kali. Seruan tersebut langsung disambut dengan teriakan serupa dari para santri, alumni, dan tamu undangan yang memenuhi lokasi acara.

Tak lama berselang, Dubes Abdalfatah menghampiri Presiden Prabowo dan mengalungkan keffiyeh, kain bercorak khas Palestina yang telah lama menjadi simbol identitas dan solidaritas Palestina, ke leher Kepala Negara.

Prabowo menerima keffiyeh tersebut dan kemudian berpelukan dengan Dubes Palestina. Keffiyeh itu tetap dikenakan Presiden selama melanjutkan sambutannya.

Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan pesan Presiden mengenai kondisi masyarakat Palestina. Prabowo mengatakan penderitaan rakyat Palestina menjadi pengingat bagi Indonesia mengenai pentingnya memiliki kekuatan nasional.

Menurut Prabowo, Indonesia perlu menjadi bangsa yang kuat agar memiliki kemampuan lebih besar untuk membantu masyarakat yang tertindas. Karena itu, ia mengajak para kiai, ulama, pendidik, dan generasi muda di lingkungan Gontor untuk menjadikan keprihatinan terhadap Palestina sebagai dorongan untuk belajar sungguh-sungguh dan membangun Indonesia.

“Karena dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo.

Pesan tersebut membuat isu Palestina tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan solidaritas kemanusiaan, tetapi juga dikaitkan Presiden dengan pembangunan kapasitas bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian Indonesia, termasuk dalam bidang pangan dan energi. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan dasar rakyat merupakan bagian dari fondasi negara yang kuat dan berdikari.

Resepsi kesyukuran 100 tahun Gontor sendiri menjadi momentum refleksi perjalanan panjang lembaga pendidikan Islam tersebut sekaligus memasuki abad kedua pengabdiannya. Presiden juga mengapresiasi nilai-nilai pendidikan Gontor yang menurutnya memiliki keselarasan dengan pembentukan generasi yang berintegritas, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Dukungan terhadap Palestina yang disampaikan di hadapan keluarga besar Gontor tersebut mendapat apresiasi dari Dubes Palestina. Abdalfatah menyampaikan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak hanya datang dari Presiden Prabowo, tetapi juga dirasakan dari berbagai pemimpin dan lapisan masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, seruan “Free Palestine” di Gontor menjadi salah satu momen penting dalam peringatan satu abad pesantren tersebut. Pesan yang disampaikan Presiden menempatkan solidaritas terhadap Palestina berdampingan dengan agenda memperkuat pendidikan, kemandirian, dan kapasitas Indonesia sebagai bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *