Prabowo Targetkan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029, Bandara hingga Cold Storage Disiapkan

0
1789977593251-1

JAKARTA — Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir 2029. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kawasan pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan akses pasar bagi masyarakat nelayan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut pemerintah telah membangun 100 KNMP pada 2025 dan tengah membangun 1.269 KNMP pada 2026, sebagai bagian dari target 5.000 kampung nelayan hingga 2029.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menjelaskan bahwa pembangunan kampung nelayan tidak sekadar berorientasi pada pembangunan permukiman. Kawasan tersebut dirancang memiliki berbagai fasilitas pendukung kegiatan ekonomi perikanan, mulai dari tempat pelelangan ikan, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es hingga fasilitas pengisian bahan bakar bagi nelayan.

Dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional, Jumat (18/9/2026), Prabowo juga menyampaikan gagasan pembangunan lapangan terbang di sekitar kawasan nelayan apabila diperlukan.

Menurut Prabowo, konektivitas udara dapat membantu mempercepat distribusi ikan bernilai ekonomi tinggi sehingga produk perikanan tetap segar ketika dikirim menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Kalau perlu kita akan bikin lapangan terbang dekat kampung-kampung nelayan itu supaya ikan yang bernilai, masih segar bisa diangkut dengan pesawat menuju pasar-pasar dunia,” kata Prabowo, sebagaimana dikutip dari siaran PAN TV.

Gagasan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang ingin menjadikan kampung nelayan bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam pidato sebelumnya, Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa konsep pembangunan desa nelayan mencakup penyediaan pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, kendaraan, serta akses terhadap pasar. Pemerintah juga membuka peluang agar kawasan yang telah memiliki kapasitas produksi dapat memperoleh akses ekspor yang lebih mudah.

Modernisasi Kapal Nelayan

Penguatan KNMP juga dibarengi dengan program modernisasi armada perikanan. KKP pada Mei 2026 menyampaikan adanya program pembangunan 1.582 kapal ikan modern untuk nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Kapal-kapal tersebut dirancang menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kapasitas usaha nelayan.

KKP juga menyebut kapal dengan ukuran mulai 30 GT hingga 500 GT disiapkan untuk mendukung program modernisasi tersebut dan pengelolaan KNMP.

Dengan kombinasi antara pembangunan kawasan, fasilitas penyimpanan, sarana produksi, armada penangkapan, hingga akses pasar, pemerintah menempatkan KNMP sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi pesisir.

Tidak Hanya Infrastruktur

Tantangan utama program 5.000 KNMP bukan hanya menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi memastikan seluruh fasilitas tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat nelayan.

Ketersediaan cold storage, misalnya, akan memiliki dampak ekonomi apabila diikuti sistem distribusi yang efisien dan pasar yang mampu menyerap hasil tangkapan. Demikian pula fasilitas pelelangan, pabrik es, bengkel, dermaga dan kapal harus dikelola secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebagai infrastruktur semata.

Karena itu, keberhasilan KNMP pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan menghubungkan nelayan dengan rantai ekonomi yang lebih luas, mulai dari produksi, penyimpanan, pengolahan, transportasi hingga pemasaran.

KKP sendiri menyatakan KNMP diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir. Pengalaman di sejumlah kawasan menunjukkan bahwa dukungan infrastruktur, produksi dan akses pasar secara terpadu dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan nelayan.

Menuju Indonesia Emas 2045

Target 5.000 kampung nelayan hingga 2029 menjadi bagian dari agenda pembangunan yang lebih panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Jika implementasinya berjalan sesuai target, KNMP dapat menjadi salah satu instrumen pemerataan pembangunan di wilayah pesisir. Namun, pengawasan terhadap kualitas pembangunan, transparansi anggaran, pengelolaan fasilitas, serta manfaat langsung bagi nelayan tetap menjadi bagian penting agar program tersebut berkelanjutan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan semata-mata berapa banyak kampung yang telah dibangun, melainkan seberapa besar perubahan yang dirasakan nelayan: hasil tangkapan lebih bernilai, akses pasar lebih luas, biaya produksi lebih efisien, dan pendapatan keluarga nelayan semakin kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *