Prabowo Soroti Atap Seng Berkarat, Dorong Penggunaan Genteng dan Material Bangunan yang Lebih Sehat

0
1785428888424-1

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyoroti penggunaan atap seng yang masih banyak ditemukan pada rumah masyarakat di Indonesia. Ia mendorong adanya gerakan penggantian atap seng dengan genteng sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas hunian sekaligus memperindah lingkungan permukiman.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengusulkan gerakan nasional yang disebutnya sebagai “gentengisasi”. Ia berharap penggunaan genteng berbahan tanah liat dapat semakin diperluas untuk menggantikan atap seng, khususnya yang sudah berkarat.

Menurut Prabowo, atap seng memiliki sejumlah persoalan dari sisi kenyamanan dan estetika. Material tersebut dinilai cenderung membuat rumah terasa lebih panas dan mudah mengalami karat apabila tidak dirawat dengan baik.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Dorong Produksi Genteng Berbasis Koperasi

Prabowo mengatakan gagasan gentengisasi nasional dapat melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai salah satu ujung tombak produksi.

Menurut dia, koperasi dapat didukung dengan fasilitas produksi genteng berskala lokal. Bahan baku genteng juga dinilai relatif mudah diperoleh karena dapat menggunakan tanah yang kemudian dicampur dengan material tertentu untuk menghasilkan produk yang lebih ringan dan kuat.

Presiden juga menyinggung peluang pemanfaatan limbah abu batu bara sebagai salah satu bahan campuran dalam produksi genteng. Menurutnya, inovasi tersebut berpotensi memberikan nilai tambah sekaligus membantu mengurangi persoalan limbah industri.

Gagasan itu tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki tampilan kawasan permukiman, tetapi juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui produksi material bangunan di daerah.

Pemerintah Diminta Libatkan Daerah

Prabowo meminta pemerintah daerah ikut berperan dalam merealisasikan gagasan tersebut. Ia menyatakan pemerintah pusat siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program gentengisasi.

Presiden berharap perubahan penggunaan material atap dapat dilakukan secara bertahap sehingga dalam dua hingga tiga tahun mendatang wajah permukiman di Indonesia menjadi lebih tertata dan nyaman.

Dalam perkembangan berikutnya, gagasan gentengisasi juga mendapat perhatian dari sejumlah pemerintah daerah. Pemerintah Kota Jambi, misalnya, menyatakan kesiapan mendukung program tersebut apabila ditetapkan sebagai kebijakan nasional. Namun, penerapannya tetap menunggu petunjuk teknis dan regulasi dari pemerintah pusat serta perlu disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku di daerah.

Soal Kesehatan, Asbes Perlu Mendapat Perhatian

Pembahasan mengenai penggantian material atap juga berkaitan dengan perhatian terhadap kualitas dan kesehatan hunian. Namun, perlu dibedakan antara persoalan atap seng dan material asbes.

Atap seng yang berkarat lebih banyak dikaitkan dengan persoalan kondisi material, kenyamanan termal, dan kualitas lingkungan hunian. Sementara itu, asbes memiliki risiko kesehatan yang berbeda karena paparan serat asbes dapat membahayakan kesehatan apabila serat tersebut terlepas dan terhirup.

Karena itu, klaim bahwa atap seng secara langsung menyebabkan penyakit paru-paru perlu disampaikan secara hati-hati dan tidak boleh disamakan dengan risiko kesehatan akibat paparan serat asbes.

Gagasan Prabowo mengenai gentengisasi pada akhirnya menjadi bagian dari pembicaraan yang lebih luas mengenai kualitas rumah masyarakat, lingkungan permukiman, pemanfaatan bahan bangunan lokal, serta upaya menghadirkan hunian yang lebih nyaman dan aman.

Pemerintah masih perlu memastikan aspek teknis, kesiapan industri, kemampuan masyarakat, serta mekanisme pembiayaan apabila program penggantian atap tersebut benar-benar diterapkan secara nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *