PRABOWO SOROTI ANOMALI EKONOMI NASIONAL: NEGARA MAKIN KAYA, RAKYAT JANGAN SAMPAI MAKIN TERTEKAN

0
1782328044451-1

BANGKALAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai anomali dalam pertumbuhan ekonomi nasional saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi ekonomi yang menurutnya menunjukkan ketidakseimbangan antara pertumbuhan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Presiden, selama beberapa tahun terakhir Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 5 persen per tahun. Secara teori, pertumbuhan tersebut seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

“Logikanya, Indonesia tambah kaya 35 persen. Akan tetapi, kenyataannya, setelah tujuh tahun, masa penduduk miskin bertambah? Negara tambah kaya, rakyat tambah miskin. Ini kan sesuatu yang aneh, anomali,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menegaskan perlunya evaluasi terhadap sistem ekonomi yang selama ini berjalan. Presiden menilai bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya tercermin dalam angka statistik, melainkan harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas.

Prabowo juga menyoroti tekanan yang dialami kelompok kelas menengah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa hasil pertumbuhan ekonomi belum terdistribusi secara merata.

“Ini juga harus kita waspadai bahwa yang tambah kaya ternyata hanya segelintir orang. Akhirnya harus kita lihat. Ini berarti sistem kita keliru,” tegasnya.

Presiden menekankan bahwa tujuan utama pembangunan ekonomi bukan sekadar meningkatkan angka pertumbuhan, tetapi memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok berpenghasilan rendah dan kelas menengah.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan terus mendorong berbagai kebijakan yang berorientasi pada pemerataan ekonomi, pengurangan kemiskinan, peningkatan daya beli masyarakat, serta penguatan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

Pengamat menilai pesan Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi mampu menciptakan keadilan ekonomi yang lebih luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan berbagai program strategis yang tengah dijalankan pemerintah, tantangan terbesar ke depan bukan hanya menjaga laju pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan bahwa pertumbuhan tersebut benar-benar menghadirkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *