Perum Perhutani Perkuat Pencegahan Karhutla Menghadapi Puncak Musim Kemarau

0
IMG-20260825-WA0035

Jakarta — Menjaga hutan dari kebakaran membutuhkan kesiapsiagaan dan kolaborasi sejak dini. Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, Perum Perhutani Group terus memperkuat langkah pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kerja Perhutani dan anak perusahaannya.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan, patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, pemantauan titik panas melalui SIPONGI, hingga penguatan koordinasi bersama BPBD, TNI, Polri, BMKG, Tim SAR, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pemetaan dan Patroli Diperkuat

Pemetaan wilayah yang memiliki potensi karhutla menjadi salah satu langkah awal untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Informasi mengenai wilayah rawan digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas patroli dan pengawasan.

Selain pemantauan titik panas melalui SIPONGI, petugas juga melakukan patroli lapangan serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.

Ketika terdapat indikasi kebakaran, petugas melakukan pemeriksaan langsung atau ground check untuk memastikan kondisi di lapangan. Jika ditemukan api, langkah pemadaman segera dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.

Setelah api dinyatakan padam, pemeriksaan kembali dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik panas maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Libatkan Berbagai Unsur

Penanganan karhutla juga diperkuat melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD, TNI, Polri, BMKG, Tim SAR, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam menghadapi kejadian kebakaran, termasuk yang terjadi di wilayah Kalimantan yang melibatkan Inhutani sebagai bagian dari Perum Perhutani Group, perhatian juga diberikan kepada masyarakat sekitar yang terdampak.

Perum Perhutani Group turut menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran hutan.

Jaga Hutan dan Keberlanjutan Lingkungan

Badan Pengaturan BUMN turut mendukung penguatan peran BUMN dan anak perusahaan dalam menjaga aset negara dan lingkungan sekaligus memastikan kehadiran perusahaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penguatan pencegahan karhutla diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran selama puncak musim kemarau. Kesiapsiagaan sejak dini menjadi faktor penting agar potensi kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Menjaga hutan bukan hanya tentang mencegah kebakaran, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *