Pertama Kalinya, 150 Periset BRIN Diundang ke Istana dan Pamerkan Hasil Riset kepada Presiden Prabowo

0
IMG-20260808-WA0042

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para periset dari berbagai daerah untuk berdiskusi langsung dengan Presiden sekaligus memamerkan sejumlah hasil riset dan inovasi karya anak bangsa.

Pertemuan ini menegaskan pentingnya riset, sains, dan teknologi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemampuan suatu negara dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing serta kemajuan bangsa.

Presiden juga mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan negara yang mampu mengembangkan sains dan teknologi memiliki kemampuan lebih besar untuk melakukan lompatan pembangunan. Sebaliknya, negara yang mengabaikan penguasaan teknologi berisiko tertinggal dalam persaingan global.

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Riset dan Pendidikan

Dalam taklimatnya, Prabowo menempatkan pendidikan sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem riset dan inovasi. Investasi pada pendidikan dinilai diperlukan untuk melahirkan generasi yang mampu menghasilkan penemuan, inovasi, serta paten yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Sebelum berdiskusi dengan para periset, Presiden Prabowo meninjau sejumlah hasil penelitian dan inovasi yang dipamerkan BRIN. Berbagai teknologi tersebut mencakup bidang energi, pertahanan, pangan, kesehatan, kelautan, kedirgantaraan, hingga produk yang berpotensi digunakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu teknologi yang dipamerkan adalah sistem penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF). Teknologi tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan gas dan mendukung pengembangan teknologi energi nasional.

BRIN juga memamerkan Pesawat Udara Nirawak (Puna) Alap-Alap, yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan teknologi kedirgantaraan. Pesawat tanpa awak tersebut dilaporkan memiliki kemampuan terbang hingga sekitar enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer.

Dari Giant Sea Wall hingga Sepatu Sekolah

Inovasi lain yang menjadi perhatian adalah teknologi pelindung pantai yang berkaitan dengan pengembangan Giant Sea Wall. Teknologi tersebut menunjukkan bagaimana hasil riset dapat diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur sekaligus menghadapi persoalan lingkungan dan perubahan kondisi kawasan pesisir.

Selain teknologi strategis, BRIN turut menampilkan inovasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, salah satunya sepatu sekolah berbahan karet lokal.

Produk tersebut dikembangkan dengan harga di bawah Rp80 ribu. Presiden Prabowo bahkan memesan sepatu tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil inovasi yang memanfaatkan bahan baku lokal.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa hasil penelitian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan teknologi berbiaya tinggi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang terjangkau dan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Penguatan Ekosistem Riset Nasional

Pertemuan Presiden Prabowo dengan para periset BRIN diharapkan menjadi bagian dari penguatan hubungan antara pemerintah dan komunitas riset nasional. Pemerintah membutuhkan dukungan riset untuk memastikan berbagai kebijakan pembangunan memiliki dasar pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang kuat.

Di sisi lain, para periset membutuhkan dukungan agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi, produk, dan solusi yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

Berbagai inovasi yang dipamerkan di Istana menunjukkan luasnya bidang penelitian yang tengah dikembangkan, mulai dari teknologi energi, kedirgantaraan, pangan, kesehatan, pengolahan air, kelautan, hingga teknologi strategis.

Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap para periset dan mendorong mereka untuk terus menghasilkan karya yang dapat memperkuat kemandirian teknologi Indonesia.

Penguatan riset juga menjadi semakin penting di tengah persaingan global yang semakin bertumpu pada teknologi. Penguasaan kecerdasan artifisial, energi, bioteknologi, teknologi pertahanan, material maju, dan berbagai teknologi strategis akan menjadi faktor penting dalam menentukan posisi Indonesia di masa depan.

Pertemuan 150 periset BRIN dengan Presiden Prabowo menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Dengan dukungan kebijakan, pendanaan, pendidikan, dan hilirisasi yang berkelanjutan, hasil riset diharapkan semakin banyak diterapkan untuk memperkuat industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah dan BRIN juga diharapkan terus memperluas kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sehingga inovasi nasional tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi mampu berkembang menjadi produk dan teknologi yang memiliki nilai ekonomi serta daya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *