Percikan Las Diduga Picu Kebakaran Bengkel di Magelang, Tujuh Mobil Hangus dan Kerugian Rp100 Juta

0
1792202017267-1

MAGELANG — Kebakaran melanda sebuah bengkel mobil milik Kusbari, 70, di Dusun Sigug, Desa Bumiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (17/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Sebanyak tujuh unit mobil hangus terbakar dalam peristiwa tersebut, dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta.

Kebakaran diduga bermula dari percikan api saat seorang karyawan bengkel melakukan pekerjaan pemotongan rangka besi bak truk menggunakan alat las. Percikan tersebut diduga menyambar busa jok truk yang mudah terbakar hingga memicu kobaran api.

Masyur, 25, karyawan bengkel, menuturkan bahwa api muncul ketika dirinya sedang memotong rangka besi bak truk engkel. Api kemudian membesar dengan cepat dan merembet ke enam mobil lain yang berada di sekitar lokasi.

Masyur bersama warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun, kobaran yang terus membesar membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang kemudian dikerahkan ke lokasi dengan membawa tiga unit mobil pompa, didukung tim penyelamat dan ambulans. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 30 menit setelah petugas tiba.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran mengakibatkan tujuh kendaraan hangus dan menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Magelang, Didik Wahyu Nugroho, menyebutkan bahwa mesin las diduga menjadi sumber awal kebakaran berdasarkan keterangan saksi. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan keselamatan kerja, khususnya dalam aktivitas pengelasan di lingkungan yang menyimpan bahan mudah terbakar.

Percikan api dari pekerjaan pengelasan dapat memicu kebakaran apabila mengenai material seperti busa, kain, bahan bakar, atau benda lain yang mudah tersulut. Karena itu, pemeriksaan area kerja, penyingkiran material mudah terbakar, serta penyediaan alat pemadam api menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran.

Insiden di Magelang tersebut menunjukkan bahwa pengendalian risiko harus menjadi bagian dari setiap pekerjaan. Pencegahan dan kesiapsiagaan sangat diperlukan agar aktivitas kerja tidak berujung pada kebakaran dan kerugian material yang besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *