MES Dorong Lahirnya Pengusaha Muslim Baru melalui Ekosistem Keuangan Syariah
JAKARTA – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muslim baru yang mampu berkembang melalui pemanfaatan ekosistem keuangan syariah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat MES, disampaikan bahwa MES akan memperkuat langkah konkret untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan wirausaha muslim, tidak hanya melalui edukasi, tetapi juga pendampingan dan akses terhadap pembiayaan.
“MES akan berfokus mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muslim baru yang aktif memanfaatkan ekosistem keuangan syariah,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Untuk mewujudkan tujuan itu, MES menyiapkan sejumlah langkah melalui kolaborasi bersama Kementerian Koperasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Program yang disiapkan mencakup pendampingan usaha, inkubasi, pemagangan bersama praktisi senior, hingga membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kolaborasi tersebut diarahkan agar calon maupun pelaku usaha muslim tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjalankan bisnis, tetapi juga mendapatkan akses terhadap ekosistem pembiayaan dan pengembangan usaha yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam agenda tersebut. Melalui pendampingan dan inkubasi, para calon pengusaha diharapkan dapat memperoleh pengalaman serta pengetahuan praktis dari pelaku usaha dan praktisi yang telah lebih dahulu memiliki pengalaman di dunia bisnis.
Sementara itu, akses pembiayaan melalui LPDB dan Himbara diharapkan dapat membantu membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.
Kegiatan ISFO 2026 turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Kepala Eksekutif Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, serta Direktur Pembiayaan Syariah LPDB yang juga Sekretaris Jenderal PP MES Ari Permana.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat literasi, inklusi, serta pemanfaatan keuangan syariah bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Bagi MES, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan industri keuangan, tetapi juga bagaimana ekosistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru, memperkuat kapasitas pengusaha, dan memperluas akses pembiayaan.
Melalui sinergi antara MES, pemerintah, regulator, lembaga pembiayaan, dan dunia usaha, pengembangan kewirausahaan berbasis ekonomi syariah diharapkan dapat berjalan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
