Menhan Sjafrie Tinjau Kawasan Mobil Nasional di Subang, Target Produksi Capai 300 Ribu Unit per Tahun
SUBANG — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau pengembangan Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Pabrik Mobil Nasional Subang, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026). Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi ekosistem manufaktur terpadu yang mendukung pengembangan Mobil Nasional dan Motor Listrik Nasional sekaligus memperkuat kemandirian industri strategis Indonesia.
Pengembangan kawasan ini mencakup berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pabrik baterai, pusat riset dan pengembangan, lintasan pengujian kendaraan, jaringan logistik kereta api, hingga industri pendukung lainnya. Integrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penguasaan teknologi, memperkuat rantai pasok nasional, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Kawasan Mobil Nasional di Subang ditetapkan sebagai salah satu instalasi strategis nasional yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan basis industri, pengembangan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Proyek yang dikembangkan oleh PT Pindad tersebut direncanakan berlangsung dalam tiga tahap pembangunan pada periode 2026 hingga 2028. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada lahan seluas sekitar 60 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun pada 2028.
Dalam pengembangan jangka panjang, kawasan tersebut direncanakan menjadi ekosistem manufaktur terintegrasi dengan luas mencapai 539 hektare. Kapasitas produksinya ditargetkan dapat berkembang hingga 300.000 unit kendaraan per tahun.
Kawasan industri tersebut nantinya mencakup fasilitas produksi kendaraan, pusat rekayasa dan pengembangan, fasilitas pengujian, perkantoran, serta berbagai infrastruktur pendukung. Ekosistem terintegrasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri nasional dalam mengembangkan kendaraan berbasis teknologi tinggi, termasuk kendaraan listrik.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin yang didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo B. Revita dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari menegaskan pentingnya pengembangan industri manufaktur strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional.
“Kawasan Mobil Nasional merupakan instalasi strategis yang memiliki nilai penting dalam mendukung penguatan industri nasional, penguasaan teknologi, serta pembangunan ekosistem manufaktur yang terintegrasi,” ujar Sjafrie.
Selain mendukung penguatan industri otomotif nasional, pengembangan kawasan tersebut diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga sekitar 2.000 orang yang terdiri dari tenaga profesional, sarjana, dan teknisi.
Kehadiran kawasan industri ini juga diharapkan memperkuat penguasaan teknologi otomotif berbasis listrik dan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan kendaraan listrik nasional. Pengembangan tersebut dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Subang dan wilayah sekitarnya melalui peningkatan aktivitas industri, pertumbuhan rantai pasok lokal, serta terbukanya peluang investasi baru.
Dalam peninjauan tersebut, turut dibahas potensi pemanfaatan ruas jalan tol sebagai landasan sementara bagi pesawat dalam kondisi darurat. Konsep tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai integrasi antara pembangunan infrastruktur strategis, kepentingan pertahanan, dan pengembangan kawasan industri nasional.
Sjafrie menilai sinergi antara pembangunan ekonomi, penguatan industri nasional, dan kepentingan pertahanan merupakan bagian penting dalam memperkuat kedaulatan negara. Pengembangan industri berbasis teknologi tinggi dinilai dapat menjadi salah satu fondasi untuk membangun ketahanan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.
Dengan kapasitas produksi yang direncanakan mencapai 300.000 unit per tahun, Kawasan Mobil Nasional di Subang diharapkan mampu menjadi penggerak baru perekonomian daerah dan nasional. Proyek tersebut juga diharapkan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperkuat sumber daya manusia, dan meningkatkan penguasaan teknologi dalam negeri.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar pengembangan kawasan dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem industri otomotif nasional yang mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
