Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Terima Menhan Sudan, Bahas Kerja Sama Pendidikan Militer hingga Ketahanan Pangan
JAKARTA — Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima Menteri Pertahanan Republik Sudan H.E. Lieutenant General Hassan Daoud Kabron Kian di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Kedua pihak membahas peluang pengembangan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Sudan, termasuk di bidang pendidikan dan pelatihan militer.
Selain peningkatan kapasitas personel, pembahasan juga mencakup penguatan sumber daya manusia serta ketahanan pangan sebagai salah satu bidang yang dapat dijajaki dalam hubungan bilateral kedua negara.
Indonesia menyambut positif berbagai usulan kerja sama yang disampaikan pihak Sudan. Namun, pengembangan kemitraan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan aspek kelembagaan serta kebutuhan kedua negara.
Salah satu hal penting dalam pertemuan tersebut adalah kondisi bahwa Indonesia dan Sudan saat ini belum memiliki dokumen formal kerja sama pertahanan bilateral. Karena itu, kedua negara masih perlu membahas kerangka kelembagaan dan landasan kerja sama yang dapat menjadi pijakan bagi pengembangan kemitraan pertahanan ke depan.
Kerja sama pendidikan dan pelatihan militer berpotensi menjadi salah satu ruang penguatan hubungan pertahanan kedua negara. Pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan kemampuan pertahanan dapat menjadi bagian dari proses tersebut apabila nantinya disepakati dalam kerangka kerja sama resmi.
Sementara itu, isu ketahanan pangan juga mendapat perhatian. Bidang tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan pertahanan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek militer dalam arti sempit, tetapi dapat bersinggungan dengan ketahanan nasional dan kapasitas negara menghadapi berbagai tantangan strategis.
Pertemuan Sjafrie dengan Hassan Daoud Kabron Kian sekaligus menjadi bagian dari upaya membuka ruang komunikasi pertahanan yang lebih luas antara Jakarta dan Khartoum.
Bagi Indonesia, pengembangan hubungan pertahanan dengan negara lain tetap perlu dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati, kepentingan bersama, serta kerangka kelembagaan yang jelas.
Dengan pendekatan bertahap dan terukur, komunikasi Indonesia dan Sudan diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan yang lebih konkret sekaligus memberikan manfaat bagi kedua negara.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Sudan untuk terus menjajaki hubungan pertahanan yang saling menghormati, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
