Menhan Sjafrie Beri Pembekalan Pasis Seskoad 2026, Tekankan Geopolitik, Perang Informasi, dan Kepemimpinan Strategis

0
IMG-20260721-WA0056(1)

BANDUNG — Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Ajaran 2026 di Bandung, Selasa (21/7).

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang profesional, adaptif, berkarakter, serta memiliki wawasan strategis dalam menghadapi perkembangan lingkungan keamanan yang semakin kompleks.

Kehadiran Menhan Sjafrie di lingkungan pendidikan militer tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertahanan, khususnya para perwira yang diproyeksikan mengemban tanggung jawab kepemimpinan strategis di masa mendatang.

Para peserta Pasis Dikreg LXVIII merupakan perwira TNI AD yang terpilih untuk mengikuti pendidikan staf dan komando. Pendidikan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam membentuk kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pemahaman strategis yang dibutuhkan dalam menghadapi dinamika tugas pertahanan dan keamanan nasional.

Dalam pembekalannya, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya pemahaman terhadap perkembangan lingkungan strategis, dinamika geopolitik, serta perang informasi yang semakin menjadi bagian dari tantangan keamanan modern.

Perubahan lanskap keamanan global membuat ancaman terhadap suatu negara tidak lagi terbatas pada konflik bersenjata secara konvensional. Perkembangan teknologi informasi, serangan siber, disinformasi, serta upaya memengaruhi opini publik menjadi bagian dari dinamika yang harus dipahami oleh calon pemimpin militer.

Karena itu, para perwira siswa Seskoad dituntut memiliki kemampuan analisis yang tajam dan mampu membaca perubahan lingkungan strategis secara komprehensif. Pemahaman terhadap geopolitik menjadi penting agar setiap keputusan yang diambil dapat mempertimbangkan perkembangan regional maupun global yang berpotensi memengaruhi kepentingan nasional Indonesia.

Menhan Sjafrie juga mengingatkan pentingnya kualitas kepemimpinan bagi para perwira yang akan menjadi pemimpin TNI AD di masa depan. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan militer, tetapi juga harus memiliki keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun satuan, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Kepemimpinan yang kuat, menurutnya, harus dibangun melalui proses pendidikan, pengalaman, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar. Para perwira juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi prajurit yang dipimpinnya serta mampu menjaga soliditas satuan dalam berbagai kondisi.

Selain itu, seluruh Pasis didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga kehormatan institusi, dan mengutamakan kepentingan bangsa serta negara. Nilai-nilai pengabdian kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan rakyat Indonesia menjadi fondasi penting yang harus terus dijaga oleh setiap prajurit TNI.

Perhatian terhadap perang informasi juga menjadi bagian penting dalam pembekalan tersebut. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memahami, mengelola, dan merespons informasi menjadi semakin penting dalam menjaga ketahanan nasional.

Perang informasi dapat berlangsung melalui penyebaran disinformasi, manipulasi narasi, hingga upaya memengaruhi persepsi publik. Kondisi tersebut menuntut pemimpin militer untuk memiliki pemahaman yang memadai terhadap perkembangan teknologi dan komunikasi strategis.

TNI AD, sebagai bagian dari komponen utama pertahanan negara, dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kemampuan menghadapi ancaman modern harus berjalan beriringan dengan penguatan profesionalisme, karakter, dan jati diri prajurit.

Seskoad memiliki posisi strategis dalam proses pembentukan kualitas kepemimpinan perwira TNI AD. Melalui pendidikan staf dan komando, para perwira dibekali kemampuan untuk memahami persoalan strategis, kepemimpinan, manajemen, serta dinamika lingkungan keamanan yang berkembang.

Pembekalan dari Menhan Sjafrie menjadi bagian dari proses tersebut. Perspektif mengenai geopolitik, perang informasi, dan kepemimpinan strategis diharapkan dapat memperluas wawasan para perwira siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan tugas di masa depan.

Pendidikan dan pembentukan pemimpin militer merupakan investasi jangka panjang bagi kekuatan pertahanan nasional. Para perwira yang saat ini mengikuti pendidikan di Seskoad nantinya akan mengemban berbagai tanggung jawab penting dalam perjalanan karier mereka di lingkungan TNI AD.

Karena itu, para Pasis diharapkan mampu memanfaatkan seluruh proses pendidikan dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya menguasai aspek teknis dan strategis militer, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan global yang berlangsung cepat.

Di akhir pembekalan, Menhan Sjafrie berharap seluruh perwira siswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik dan siap mengemban amanah sebagai pemimpin TNI AD yang profesional, adaptif, berkarakter, serta memiliki wawasan strategis.

Para perwira siswa juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi prajurit lainnya dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan penguatan pendidikan dan kepemimpinan, TNI AD diharapkan terus memiliki sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai tantangan pertahanan di tengah perubahan geopolitik global, perkembangan teknologi, dan munculnya bentuk-bentuk ancaman baru yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *