Menhan Italia Soroti Serangan AS-Israel ke Iran: Perang Bukan Hanya Soal Iran, Dampaknya Dirasakan Dunia

0
1790623227756-1

ROMA — Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto secara terbuka mengkritik serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Maret 2026. Crosetto menyatakan operasi militer tersebut berada di luar aturan hukum internasional dan memperingatkan bahwa dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung.

Pernyataan itu disampaikan Crosetto di hadapan parlemen Italia pada 5 Maret 2026, setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.

Menurut laporan Reuters, Crosetto mengatakan keputusan untuk melancarkan serangan tersebut tidak sesuai dengan aturan hukum internasional. Ia juga menyatakan Italia dan negara-negara lain pada akhirnya harus menghadapi konsekuensi dari konflik yang disebutnya dimulai tanpa pemberitahuan kepada para sekutu.

“Ini adalah perang yang dimulai tanpa ada seorang pun di dunia yang mengetahuinya,” demikian inti pernyataan Crosetto sebagaimana dilaporkan Reuters.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Italia tidak sepenuhnya sejalan dengan pendekatan militer Washington dan Tel Aviv terhadap Iran. Meski Italia merupakan anggota NATO dan memiliki hubungan pertahanan yang erat dengan Amerika Serikat, pemerintah di Roma berulang kali menyatakan kekhawatiran terhadap dampak konflik yang semakin meluas.

Crosetto juga memperingatkan konsekuensi konflik terhadap kawasan dan masyarakat internasional. Italia kemudian mengambil sejumlah langkah untuk menghadapi dampak eskalasi tersebut, termasuk memberikan dukungan pertahanan udara kepada negara-negara Teluk dan mengerahkan aset angkatan laut ke kawasan sekitar Siprus.

Dampak konflik juga tidak terbatas pada medan perang. Gangguan terhadap jalur perdagangan dan energi di Timur Tengah telah meningkatkan kekhawatiran terhadap perekonomian global.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling sensitif karena merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Ketegangan di kawasan tersebut kemudian mendorong sejumlah negara, termasuk Italia, mengambil langkah untuk melindungi kepentingan pelayaran dan perdagangan mereka.

Pada September 2026, Crosetto kembali menyatakan Italia akan menyiapkan pengerahan angkatan laut untuk membantu menjamin keamanan kapal-kapal Italia yang melintasi Selat Bab al-Mandab. Ia menekankan bahwa gangguan terhadap jalur pelayaran tersebut dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi yang serius.

Sikap kritis Crosetto terhadap perang juga terlihat dalam sejumlah pernyataan lainnya. Pada Juni 2026, ia memperingatkan bahwa pernyataan mengenai keterlibatan negara-negara NATO dalam perang Iran dapat menimbulkan konsekuensi internasional. Pemerintah Italia ketika itu menegaskan bahwa aktivitas dari pangkalan Italia yang berkaitan dengan operasi AS bersifat logistik dan bukan partisipasi tempur Italia dalam perang.

Meski demikian, penting membedakan antara pernyataan resmi Crosetto dengan narasi yang kemudian berkembang di media sosial.

Pernyataan yang dapat diverifikasi adalah bahwa Crosetto mengkritik legalitas serangan AS-Israel terhadap Iran, memperingatkan dampak global konflik, serta menyatakan bahwa Italia harus menghadapi konsekuensi dari perang tersebut.

Sementara klaim bahwa Crosetto secara langsung menyebut “bencana terbesar ada di Amerika dan Israel”, menuduh kedua negara tersebut menginginkan “kehancuran total”, atau mengatakan bahwa ancaman terbesar bukan Iran melainkan AS dan Israel, belum ditemukan dalam sumber primer atau laporan media kredibel yang berhasil diverifikasi.

Karena itu, pernyataan-pernyataan tersebut tidak semestinya ditempatkan sebagai kutipan langsung Menteri Pertahanan Italia.

Yang jelas, sikap Roma menunjukkan bahwa perang di Timur Tengah telah menimbulkan perdebatan serius bahkan di antara negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Washington.

Persoalan yang kini menjadi perhatian bukan hanya siapa yang menang atau kalah di medan perang, tetapi juga bagaimana konflik tersebut memengaruhi hukum internasional, keselamatan warga sipil, keamanan energi, perdagangan global, serta stabilitas kawasan.

Perang di Timur Tengah pada akhirnya tidak berhenti di perbatasan negara-negara yang bertikai. Dampaknya dapat merembet ke harga energi, jalur perdagangan, keamanan pelayaran dan perekonomian negara-negara yang berada jauh dari medan konflik.

Karena itu, pernyataan Crosetto menjadi bagian dari perdebatan internasional mengenai konsekuensi penggunaan kekuatan militer dan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *