Mayjen TNI Dian Andriani Ratna Dewi, Perempuan Pertama Kowad Raih Bintang Dua di TNI AD
JAKARTA — Nama Mayor Jenderal TNI Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.KK., M.Biomed., M.A.R.S., S.H., M.H., FINSDV., FAADV., tercatat dalam sejarah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sebagai perempuan pertama dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang menyandang pangkat jenderal bintang dua.
Dian Andriani Ratna Dewi lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 3 Juni 1966. Kariernya di lingkungan militer dimulai melalui jalur Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepalmilsuk) II Abituren 1989.
Tonggak sejarah dalam perjalanan kariernya terjadi pada 15 Mei 2024. Pada tanggal tersebut, Dian termasuk 46 perwira tinggi TNI AD yang menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam laporan korps di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta.
Dari Brigadir Jenderal TNI, pangkatnya naik menjadi Mayor Jenderal TNI. Kenaikan tersebut menjadikannya perwira tinggi Kowad pertama yang meraih pangkat Mayjen di jajaran TNI AD.
Pada saat kenaikan pangkat tersebut, Dian mengemban jabatan sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Pertahanan (Unhan). Ia mulai menduduki jabatan tersebut pada April 2024 setelah sebelumnya bertugas sebagai bagian dari Komite Etik Perumahsakitan RSPAD Gatot Soebroto.
Perjalanan karier Dian tidak hanya berlangsung dalam struktur militer, tetapi juga berkembang di bidang kedokteran dan manajemen rumah sakit.
Ia menempuh pendidikan kedokteran dan kemudian melanjutkan pendidikan spesialis di bidang kulit dan kelamin. Selain itu, Dian tercatat menempuh pendidikan ilmu biomedik serta kajian administrasi rumah sakit.
Dalam perjalanan pengabdiannya, sejumlah posisi strategis pernah dipercayakan kepadanya, antara lain sebagai dokter di lingkungan Paspampres, pejabat di rumah sakit militer, Kepala Departemen Kulit dan Kelamin RSPAD Gatot Soebroto, Wakil Kepala Rumah Sakit Tk. II Moh. Ridwan Meuraksa, hingga Kepala Rumah Sakit Tk. II Moh. Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya.
Dian juga pernah menjabat Kepala Departemen Kulit dan Kelamin RSPAD Gatot Soebroto serta menjadi bagian dari Komite Etik Perumahsakitan RSPAD Gatot Soebroto pada periode 2021–2024.
Kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal bukan hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi catatan penting dalam sejarah Kowad.
Dalam pemberitaan mengenai kenaikan pangkatnya pada 2024, Dian menyebut pencapaian tersebut sebagai penghargaan yang sangat besar bagi Kowad. Ia juga berharap ke depan semakin banyak prajurit perempuan yang dapat memperoleh kesempatan untuk menduduki posisi dan pangkat yang lebih tinggi.
Rekam jejak Dian memperlihatkan perjalanan seorang prajurit perempuan yang menggabungkan pengabdian militer dengan kompetensi profesional di bidang kedokteran, manajemen rumah sakit, dan pendidikan.
Kisahnya menjadi bagian dari perkembangan sejarah Kowad sejak pembentukannya pada 22 Desember 1960, sekaligus menunjukkan semakin luasnya ruang pengabdian dan tanggung jawab yang dijalankan prajurit perempuan di lingkungan TNI AD.
Nama Mayjen TNI Dian Andriani Ratna Dewi pun menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan sejarah prajurit perempuan Indonesia, khususnya setelah berhasil menjadi perwira tinggi Kowad pertama yang menyandang pangkat bintang dua di jajaran TNI Angkatan Darat.
