Menag Nasaruddin Umar Ajak Jemaah Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Bersyukur atas Stabilitas Indonesia

0
1785636573188-1

SOROTAN PUBLIK – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk bersyukur atas kondisi Indonesia di tengah situasi geopolitik global yang dinilai penuh ketidakpastian.

Dalam sambutannya, Nasaruddin mengatakan Indonesia patut bersyukur karena masih diberikan stabilitas dan harapan ketika sejumlah negara di berbagai belahan dunia menghadapi tantangan dan guncangan akibat dinamika global.

Nasaruddin Umar hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara doa kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama juga menyampaikan pandangannya mengenai arah kepemimpinan nasional. Ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berada pada jalur yang tepat dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.

Menurut Nasaruddin, berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah saat ini diarahkan untuk membawa Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik.

“On the track” menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan keyakinannya bahwa arah kebijakan pemerintahan saat ini telah berada pada jalur yang sesuai dengan tujuan pembangunan nasional.

Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan

Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut digelar pada Jumat malam, 1 Agustus 2026, di kawasan Monas, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembuka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Puluhan ribu jemaah hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama melantunkan zikir dan memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, kemakmuran masyarakat, serta kekuatan bagi para pemimpin nasional dalam menjalankan amanah.

Kegiatan doa bersama juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

Nasaruddin berharap Zikir dan Doa Kebangsaan dapat menjadi sarana untuk memperkuat persatuan nasional. Menurutnya, semangat kebersamaan dan doa masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika geopolitik serta berbagai tantangan yang berkembang di tingkat global.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat rasa syukur, dan bersama-sama mendoakan agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, serta kemakmuran.

Momentum Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui refleksi, doa, dan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *