MBG di Jambi: Dari Kebun Petani ke Meja Siswa, Ekonomi Lokal Ikut Bergerak
JAMBI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani, peternak, UMKM, dan pelaku usaha di berbagai daerah.
Pelaksanaan MBG membangun rantai pasok pangan yang melibatkan masyarakat setempat. Mulai dari hasil panen petani, produk peternak, hingga pengolahan makanan oleh pelaku usaha lokal, seluruh proses memberikan dampak ekonomi yang nyata sekaligus memastikan kebutuhan gizi peserta didik terpenuhi.
Di Kabupaten Merangin, khususnya di Kecamatan Bangko dan Tabir, program MBG telah mendorong keterlibatan petani hortikultura, peternak ayam petelur, peternak unggas, hingga pelaku usaha mikro sebagai pemasok bahan pangan. Sayuran segar, telur, daging ayam, dan berbagai komoditas lainnya dipasok langsung dari wilayah sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga perputaran ekonomi tetap berada di daerah.
Skema tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan demikian, manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima manfaat, tetapi juga oleh ribuan keluarga yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi pangan.
Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak semata diukur dari peningkatan status gizi anak, tetapi juga dari dampak ekonomi yang mampu dirasakan masyarakat.
Menurutnya, program ini membuktikan bahwa kebijakan pemerintah dapat berjalan secara terpadu, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan petani, kelompok tani, peternak, koperasi, dan UMKM.
Sementara itu, di Kabupaten Muaro Jambi, pemerintah daerah melalui BPBD turut mengintegrasikan pelaksanaan MBG dengan program ketahanan pangan daerah. Sinergi tersebut dilakukan dengan memperkuat kerja sama bersama kelompok tani dan peternak lokal agar pasokan bahan pangan tetap stabil, berkualitas, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, meningkatkan kemandirian pangan, sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas hasil pertanian lokal.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen memperluas cakupan Program MBG dengan memperkuat rantai pasok berbasis potensi daerah. Pelibatan lebih banyak petani, peternak, koperasi, dan UMKM diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi salah satu pilar pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas generasi muda sekaligus memperkuat fondasi ekonomi desa secara berkelanjutan.
