Mayat Wanita Ditemukan Terbungkus Kardus di Bandung, Sopir Pikap Ungkap Detik-Detik Mencurigai Paket
BANDUNG — Penemuan jasad wanita berinisial SM (41) yang ditemukan terbungkus kardus di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung, mengungkap sejumlah fakta mengenai proses pengangkutan korban sebelum jasad tersebut ditemukan.
Jasad SM disebut diangkut menggunakan mobil pikap bernomor polisi D 8683 EV. Terduga pelaku berinisial SDS (31) diduga menyewa jasa ekspedisi online untuk membawa paket yang ternyata berisi jasad korban.
Sopir mobil pikap bernama Tegar mengaku awalnya tidak menaruh kecurigaan ketika menerima pesanan tersebut. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia mendapatkan orderan dari kawasan Andir dengan tujuan kawasan Kopo.
Setibanya di lokasi penjemputan, Tegar melihat sebuah paket berukuran besar yang diletakkan di sisi jalan. Karena paket tersebut cukup berat, ia diminta membantu mengangkatnya ke dalam kendaraan.
“Saat menaikkan, saya belum curiga. Jadi saya bantu sedikit mengangkat untuk menaikkan,” ujar Tegar saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (1/9/2026).
Sopir Cium Bau Aneh Selama Perjalanan
Kecurigaan Tegar mulai muncul ketika kendaraan melanjutkan perjalanan. Ia mencium bau aneh yang semakin lama semakin mengganggu penciumannya.
Tegar kemudian menanyakan isi paket tersebut kepada SDS. Saat itu, SDS disebut menjawab bahwa paket yang dibawanya berisi besi dan baju.
Namun jawaban tersebut tidak membuat Tegar yakin. Ia kembali menanyakan isi paket tersebut dan mengusulkan agar kardus dibuka untuk memastikan isinya.
“Saya masih curiga, saya tanya lagi: ‘Ini apa?’. Dia tetap jawabnya begitu. Terus saya bilang: ‘Kalau memang itu, gimana kalau kita buka?’. Nah, dia bilang ‘jangan, jangan, jangan’,” ungkap Tegar.
Sikap SDS yang disebut menolak ketika paket hendak dibuka membuat kecurigaan Tegar semakin kuat. Ia kemudian memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan meminta SDS menurunkan paket tersebut.
Paket Berisi Jasad Diturunkan di Jalan
Sebelum lampu merah Pasir Koja, tepatnya di pertigaan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Terusan Suryani, Tegar menghentikan kendaraan.
Ia kemudian meminta SDS turun dari mobil sekaligus menurunkan paket yang dibawanya.
“Saya langsung turun, saya teriak-teriak ke dia: ‘Suruh dia turunin, pokoknya turunin sama kamu, turunin sendiri. Saya enggak mau ini’,” kata Tegar.
SDS kemudian menurunkan paket terbungkus kardus tersebut dari mobil pikap. Tegar selanjutnya menyampaikan kecurigaannya kepada warga sekitar bahwa paket tersebut diduga berisi jasad manusia.
Menurut keterangan Tegar, sebelumnya SDS sempat menyebut tujuan perjalanan adalah kawasan Kopo, tepatnya di sekitar lokasi yang banyak terdapat travel.
SDS Diduga Hendak Melarikan Diri ke Palembang
Setelah jasad SM diturunkan di lokasi, SDS disebut meninggalkan tempat tersebut sebelum akhirnya diketahui dan diamankan warga.
Terduga pelaku kemudian diduga hendak melarikan diri menuju Palembang.
Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan serangkaian tindakan penyelidikan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari rangkaian penyelidikan tersebut, polisi berhasil melacak keberadaan SDS. Terduga pelaku akhirnya ditangkap sekitar enam jam setelah kejadian ketika dalam perjalanan menuju Palembang.
Kasus penemuan jasad SM tersebut selanjutnya ditangani kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, motif, serta dugaan tindak pidana yang terjadi.
Sumber: Keterangan saksi dan informasi kepolisian sebagaimana diberitakan.
