Mahasiswa TU Eindhoven Ciptakan Ambulans Surya Stella Juva, Bawa Klinik Medis ke Daerah Terpencil
Sorotan Publik – Inovasi teknologi untuk memperluas akses layanan kesehatan dikembangkan oleh Solar Team Eindhoven, tim mahasiswa dari (TU/e), Belanda.
Tim tersebut mengembangkan Stella Juva, sebuah prototipe kendaraan medis bertenaga surya yang dirancang untuk membantu menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.
Berbeda dari ambulans konvensional yang umumnya berfungsi untuk membawa pasien menuju fasilitas kesehatan, Stella Juva dirancang dengan konsep klinik medis bergerak. Kendaraan ini memungkinkan tenaga kesehatan membawa sejumlah peralatan medis langsung ke lokasi masyarakat yang membutuhkan.
Konsep tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan jarak dan keterbatasan infrastruktur kesehatan yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah dunia.
Dilengkapi Ratusan Sel Surya dan Baterai
Stella Juva dilengkapi 542 sel surya yang dipasang pada bagian kendaraan. Energi yang dihasilkan digunakan untuk mendukung sistem penggerak kendaraan sekaligus memenuhi kebutuhan listrik berbagai perangkat medis yang dibawa.
Dalam kondisi ideal, kendaraan ini diklaim dapat menempuh jarak hingga 715 kilometer dengan kecepatan maksimum sekitar 120 kilometer per jam.
Selain mengandalkan energi matahari, Stella Juva juga memiliki baterai berkapasitas 50 kWh. Sistem penyimpanan energi tersebut memungkinkan kendaraan tetap beroperasi ketika kondisi matahari tidak optimal atau saat malam hari.
Kombinasi antara panel surya dan baterai membuat kendaraan ini dirancang untuk beroperasi secara lebih mandiri, termasuk di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan listrik.
Bawa Peralatan Medis ke Wilayah Terpencil
Konsep Stella Juva tidak berhenti pada teknologi kendaraan listrik bertenaga surya. Kendaraan tersebut dirancang sebagai fasilitas kesehatan bergerak yang dapat membawa berbagai perangkat medis.
Peralatan yang dirancang untuk dibawa antara lain mesin X-ray, perangkat ultrasonografi (USG), AED atau alat kejut jantung otomatis, lemari pendingin vaksin, serta perangkat pemeriksaan darah.
Dengan dukungan peralatan tersebut, tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan berbagai pemeriksaan langsung di wilayah terpencil.
Layanan yang dapat dibantu melalui konsep ini mencakup pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan kehamilan, diagnosis awal penyakit, hingga penanganan kondisi darurat tertentu.
Konsep ini menjadi penting bagi masyarakat yang tinggal jauh dari rumah sakit atau pusat kesehatan dan harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan layanan medis.
Diuji di Pedalaman Kenya
Solar Team Eindhoven mengembangkan dan menguji konsep Stella Juva dengan melibatkan Amref Health Africa. Salah satu lokasi pengujian konsep tersebut berada di wilayah pedalaman Kenya.
Pengujian di lapangan menjadi tahap penting untuk mengetahui bagaimana kendaraan dan sistem medis yang dibawanya dapat bekerja dalam kondisi nyata.
Selain menguji kemampuan kendaraan, tim juga dapat mempelajari berbagai tantangan yang mungkin dihadapi, termasuk kondisi jalan yang sulit, jarak tempuh yang jauh, keterbatasan infrastruktur, serta perubahan cuaca.
Hasil pengujian di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan desain dan fungsi kendaraan sebelum konsep serupa dikembangkan lebih luas.
Teknologi Hijau untuk Pemerataan Kesehatan
Stella Juva menarik perhatian karena menggabungkan dua kebutuhan penting sekaligus, yakni energi bersih dan akses layanan kesehatan.
Pemanfaatan energi surya memungkinkan kendaraan beroperasi dengan ketergantungan yang lebih rendah terhadap bahan bakar fosil. Pada saat yang sama, konsep klinik medis bergerak membuka peluang untuk menghadirkan layanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.
Jika dikembangkan lebih lanjut, konsep seperti Stella Juva berpotensi diterapkan di berbagai wilayah terpencil di dunia, termasuk kawasan Afrika dan Asia yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur kesehatan.
Namun, penerapan secara luas tetap membutuhkan kajian mengenai biaya produksi, pemeliharaan, kesiapan tenaga kesehatan, kondisi medan, serta kebutuhan energi di setiap wilayah.
Inovasi Stella Juva menunjukkan bahwa pengembangan teknologi tidak hanya dapat diarahkan untuk meningkatkan kecepatan atau kenyamanan, tetapi juga untuk menjawab persoalan sosial yang nyata.
Dengan menggabungkan kendaraan listrik, energi surya, dan fasilitas medis dalam satu platform, konsep tersebut menawarkan pendekatan baru terhadap layanan kesehatan bergerak.
Jika inovasi ini terus dikembangkan dan dapat diterapkan secara efektif, kendaraan medis bertenaga surya berpotensi membantu memperluas jangkauan layanan kesehatan dan menghadirkan pelayanan medis bagi masyarakat yang selama ini hidup jauh dari fasilitas kesehatan.
