Komisi VIII DPR RI Soroti Lambannya Rehab-Rekon Pascabencana Sumbar, Anggaran Rp17,8 Triliun Jadi Sorotan

0
1788175581741

SOROTAN PUBLIK — Komisi VIII DPR RI meninjau langsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulihan masyarakat berjalan sesuai kebutuhan serta berbagai kendala di lapangan dapat segera ditangani.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah lambannya proses pengadaan dan lelang sejumlah pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena masyarakat terdampak masih menunggu kepastian pembangunan kembali rumah maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp17,8 Triliun

Pemerintah sebelumnya telah menyetujui usulan anggaran sekitar Rp17,8 triliun untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Anggaran tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan berbagai sektor yang terdampak, mulai dari hunian masyarakat, infrastruktur, fasilitas publik hingga sarana penunjang aktivitas ekonomi.

Namun, ketersediaan anggaran saja tidak cukup apabila proses pelaksanaan di lapangan masih menghadapi hambatan administratif maupun teknis. Karena itu, percepatan pengadaan dan lelang menjadi salah satu bagian penting yang harus segera diselesaikan.

DPR Minta Pemulihan Tidak Berlarut-larut

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ansory Siregar menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan kebutuhan mendesak. Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.

Masyarakat membutuhkan kepastian kapan rumah mereka dapat kembali dibangun, fasilitas umum dapat digunakan, dan aktivitas ekonomi dapat berjalan normal.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait serta pihak pelaksana perlu diperkuat agar berbagai hambatan dapat segera diselesaikan.

Masyarakat Menunggu Kepastian

Bagi masyarakat terdampak bencana, proses rehabilitasi dan rekonstruksi bukan sekadar persoalan proyek pembangunan. Di balik setiap rumah yang rusak terdapat keluarga yang membutuhkan tempat tinggal layak. Di balik fasilitas umum yang belum pulih terdapat aktivitas masyarakat yang ikut tertunda.

Percepatan Rehab-Rekon Sumatera Barat menjadi penting agar proses pemulihan tidak berjalan terlalu lama dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Dengan dukungan anggaran yang besar, pengawasan DPR, serta koordinasi lintas lembaga, masyarakat berharap pembangunan kembali kawasan terdampak dapat segera direalisasikan.

Masyarakat menunggu. Pemulihan harus segera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *