Komisi IV DPR dan Kementan Perkuat Pengawasan Karantina di Pelabuhan Batu Ampar Batam

0
IMG-20260731-WA0031

BATAM – Pengawasan perkarantinaan di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman bersama rombongan pada Kamis (30/7).

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, turut mendampingi rombongan untuk meninjau pelaksanaan pengawasan karantina di salah satu pintu masuk strategis wilayah Batam.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pengawasan terhadap lalu lintas komoditas yang berpotensi membawa risiko bagi kesehatan hewan, keamanan pangan, serta kelestarian sumber daya alam dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Pelabuhan Batu Ampar memiliki posisi strategis dalam aktivitas perdagangan dan distribusi barang. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas menjadi penting untuk mencegah masuk dan keluarnya komoditas yang tidak memenuhi ketentuan perkarantinaan maupun barang yang berpotensi diselundupkan.

Pengawasan tidak hanya diarahkan terhadap komoditas pertanian dan peternakan, tetapi juga mencakup potensi peredaran hasil hutan, satwa liar, serta sumber daya kelautan dan perikanan yang dilindungi.

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat

Pengawasan di pintu masuk negara membutuhkan koordinasi lintas sektor. Kementerian Pertanian bersama instansi terkait dan aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam memastikan sistem pengawasan berjalan efektif.

Sinergi tersebut diperlukan untuk mempersempit celah penyelundupan sekaligus memastikan setiap komoditas yang keluar dan masuk melalui jalur perdagangan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Agung Suganda menekankan pentingnya fungsi perkarantinaan dalam melindungi sektor pertanian dan peternakan nasional. Sistem karantina berperan dalam mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan serta penyakit hewan yang dapat mengancam produksi dan perekonomian masyarakat.

Selain itu, pengawasan perkarantinaan juga memiliki kaitan erat dengan perlindungan keanekaragaman hayati. Masuknya organisme atau spesies tertentu dari luar wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap ekosistem dan sumber daya alam apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Karena itu, penguatan pengawasan di pelabuhan strategis seperti Batu Ampar dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan, keamanan pangan, serta perlindungan sumber daya alam Indonesia.

Komisi IV Dorong Pengawasan dan Penegakan Hukum

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman turut menekankan pentingnya pengawasan yang efektif dan penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan.

Peningkatan kapasitas petugas di lapangan juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Petugas karantina dituntut memiliki kemampuan dan dukungan sarana yang memadai agar dapat melakukan pemeriksaan serta mendeteksi potensi pelanggaran secara optimal.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem perkarantinaan di lapangan, termasuk melihat berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi petugas dalam menjalankan tugas.

Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta penyempurnaan sistem pengawasan di berbagai pintu masuk strategis Indonesia.

Lindungi Ketahanan Pangan dan Kekayaan Hayati

Pengawasan karantina yang kuat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan dan keamanan hayati nasional. Ancaman penyebaran penyakit hewan, organisme pengganggu tumbuhan, maupun masuknya spesies invasif dapat memberikan dampak serius apabila tidak dicegah sejak dini.

Karena itu, pengawasan di pelabuhan dan pintu masuk lainnya perlu dilakukan secara konsisten dengan dukungan teknologi, sumber daya manusia yang kompeten, serta koordinasi lintas lembaga.

Pemerintah juga terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan hayati nasional. Masyarakat dapat berperan dengan mematuhi ketentuan perkarantinaan serta melaporkan dugaan pelanggaran atau aktivitas penyelundupan kepada instansi berwenang.

Dengan pengawasan yang semakin kuat dan sinergi antarlembaga yang terus ditingkatkan, Pelabuhan Batu Ampar diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai salah satu pintu perdagangan secara aman sekaligus menjadi bagian dari sistem perlindungan ketahanan pangan, kesehatan hewan, dan kekayaan hayati Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *