Kisah Haru Anak Tukang Kupas Kelapa Lulus Jadi Tentara Tanpa Biaya, Keringat dan Luka Tangan Jadi Saksi Perjuangan

0
1788924022070

PASURUAN — Niat mencari cuan di tengah meriahnya karnaval sound horeg di Rombo Wetan, Pasuruan, justru berujung pada kejadian tak biasa. Seorang pedagang perempuan disebut diduga menjajakan minuman yang diduga mengandung alkohol di tengah keramaian warga.

Suasana karnaval sound horeg tersebut awalnya berlangsung penuh euforia. Warga berkumpul, musik berdentum, sementara ruas jalan dipadati penonton yang menikmati kemeriahan acara.

Di tengah suasana tersebut, muncul dugaan adanya pedagang perempuan yang menjual minuman keras (miras).

Keberadaan minuman beralkohol di tengah acara dengan kerumunan besar tentu menjadi perhatian. Selain berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban, konsumsi alkohol secara tidak bertanggung jawab juga dapat memicu persoalan keamanan.

Namun, yang menarik, penyelesaian dalam kejadian tersebut justru berlangsung di luar dugaan.

STOK DIDUGA MIRAS MALAH DIBORONG

Sekelompok orang yang identitasnya belum diketahui disebut menghampiri pedagang tersebut.

Alih-alih terjadi keributan atau tindakan kekerasan, mereka justru disebut membeli atau memborong seluruh stok minuman yang diduga sebagai miras.

Setelah transaksi selesai, botol-botol tersebut kemudian disebut ditumpahkan dan dibuang sehingga tidak dikonsumsi.

Aksi tersebut kemudian menjadi perhatian warganet. Sebagian menilai tindakan tersebut sebagai cara damai untuk mencegah potensi gangguan keamanan selama karnaval berlangsung.

Meski demikian, informasi mengenai identitas pedagang, jenis minuman yang dijual, serta pihak yang membeli dan membuang minuman tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.

KARNAVAL DIHARAP TETAP KONDUSIF

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kegiatan masyarakat yang menghadirkan kerumunan besar membutuhkan pengawasan bersama.

Panitia kegiatan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan karnaval berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Jangan sampai acara yang seharusnya menjadi hiburan masyarakat justru berubah menjadi panggung keributan akibat peredaran minuman keras maupun tindakan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Kemeriahan boleh maksimal, tetapi keamanan dan ketertiban tetap harus menjadi prioritas.

Rakyat Berhak Tahu. Rakyat Cerdas. Rakyat Berdaulat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *