Kebakaran Pusat Pelatihan Animasi di Lucknow Tewaskan 15 Orang, Mayoritas Siswa Muda

0
IMG-20260623-WA0069

LUCKNOW – Tragedi kebakaran kembali mengguncang India. Sedikitnya 15 orang tewas dan sembilan lainnya mengalami luka-luka setelah kebakaran hebat melanda sebuah gedung komersial tiga lantai yang digunakan sebagai pusat pelatihan animasi dan studio pengembangan gim di kawasan Aliganj, Lucknow, Negara Bagian Uttar Pradesh, Senin (22/6/2026).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat itu mengubah aktivitas belajar menjadi bencana mematikan. Sebagian besar korban diketahui merupakan siswa dan peserta magang berusia antara 18 hingga 27 tahun yang sedang mengikuti kegiatan pelatihan di dalam gedung.

Menurut hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari lantai dasar bangunan yang digunakan sebagai toko dan klinik hewan peliharaan. Korsleting listrik pada unit pendingin udara atau AC disebut menjadi penyebab awal munculnya kobaran api.

Karena banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan, termasuk furnitur kayu, perlengkapan kantor, dan partisi interior, api dengan cepat menjalar ke lantai dua dan tiga yang digunakan sebagai ruang pelatihan serta studio animasi.

Dalam hitungan menit, asap tebal memenuhi seluruh ruangan dan memutus jalur evakuasi para penghuni gedung.

Siswa Terjebak di Lantai Atas

Saat kebakaran terjadi, puluhan siswa dan staf berada di lantai atas bangunan. Banyak di antara mereka tidak sempat menyelamatkan diri ketika asap pekat mulai memenuhi ruangan.

Sejumlah saksi mata menyebut beberapa siswa nekat melompat dari lantai dua untuk menghindari kobaran api yang semakin membesar. Sebagian lainnya berusaha berlindung di kamar mandi dengan harapan dapat terhindar dari asap beracun.

Tim penyelamat yang tiba di lokasi berupaya mengevakuasi korban dari berbagai titik bangunan yang terbakar. Namun cepatnya penyebaran api membuat proses penyelamatan berlangsung sangat sulit.

Petugas bahkan harus menjebol bagian belakang gedung untuk mencapai area yang tidak dapat diakses dari pintu utama akibat panas dan kepulan asap tebal.

Operasi Besar-Besaran

Dinas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya 14 unit mobil pemadam, termasuk kendaraan platform hidrolik untuk menjangkau lantai atas bangunan.

Tim dari National Disaster Response Force (NDRF) dan State Disaster Response Force (SDRF) turut diterjunkan guna membantu operasi penyelamatan dan evakuasi korban.

Sebanyak 14 ambulans disiagakan di lokasi untuk mengangkut korban ke sejumlah fasilitas kesehatan di Lucknow.

Total 22 orang berhasil dievakuasi dan dibawa ke pusat trauma Rumah Sakit King George’s Medical University (KGMU). Dari jumlah tersebut, 15 korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit, sementara tujuh lainnya menjalani perawatan intensif.

Dua korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis akibat luka berat setelah terjatuh saat mencoba melompat keluar dari gedung yang terbakar.

Pemerintah Perintahkan Investigasi Menyeluruh

Wakil Kepala Menteri Uttar Pradesh, Brajesh Pathak, yang meninjau langsung lokasi kejadian menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran serta mengevaluasi standar keselamatan bangunan komersial di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, dilaporkan membatalkan sejumlah agenda resmi dan kembali ke Lucknow guna memantau langsung proses penanganan pasca-bencana.

Perdana Menteri Narendra Modi juga menyampaikan duka cita atas tragedi tersebut dan mengumumkan bantuan kompensasi bagi keluarga korban meninggal dunia maupun korban yang mengalami luka-luka.

Alarm Baru Keselamatan Bangunan di India

Kebakaran maut di Lucknow kembali memunculkan kekhawatiran mengenai tingkat kepatuhan terhadap standar keselamatan kebakaran di gedung-gedung komersial India.

Keberadaan usaha yang menggunakan material mudah terbakar di lantai dasar serta minimnya jalur evakuasi darurat diduga menjadi faktor yang memperbesar jumlah korban jiwa.

Insiden ini terjadi hanya beberapa minggu setelah kebakaran besar di sebuah restoran di New Delhi yang juga menelan puluhan korban, memicu kritik terhadap lemahnya pengawasan keselamatan bangunan di berbagai kota besar India.

Para pengamat menilai tragedi di Lucknow harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperketat inspeksi keselamatan kebakaran, memastikan ketersediaan sistem deteksi dini, alat pemadam api, serta jalur evakuasi yang memadai pada setiap bangunan publik.

Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pendidikan dan industri kreatif di India, keselamatan penghuni gedung tidak boleh lagi dianggap sebagai pelengkap administrasi semata. Tragedi yang merenggut nyawa para siswa muda ini menjadi pengingat bahwa kelalaian terhadap standar keselamatan dapat berujung pada kehilangan yang tidak tergantikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *