KDM Naikkan Bonus Kafilah Jabar di MTQ Nasional XXXI 2026, Juara 1 Kini Dapat Rp200 Juta

0
1789237226917-1

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menaikkan uang saku dan bonus apresiasi bagi kafilah Jawa Barat yang berhasil meraih prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026.

Kebijakan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi para peserta yang membawa nama Jawa Barat dalam ajang MTQ Nasional yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026.

Dalam skema baru tersebut, kafilah yang berhasil meraih juara pertama akan memperoleh bonus apresiasi sebesar Rp200 juta. Nilai tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan sebelumnya yang berada di angka Rp100 juta.

Kenaikan bonus juga diberikan kepada peraih juara kedua dan ketiga. Juara kedua akan mendapatkan Rp150 juta, naik dari sebelumnya Rp75 juta. Sementara juara ketiga memperoleh Rp100 juta, meningkat dari sebelumnya Rp50 juta.

Peningkatan apresiasi tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi para kafilah Jawa Barat untuk memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi.

Dedi Mulyadi juga mengingatkan seluruh kafilah agar tidak hanya mengejar prestasi, tetapi tetap menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, serta nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Pesan tersebut menjadi penting karena MTQ bukan sekadar kompetisi untuk memperoleh gelar juara. Ajang ini juga menjadi ruang untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun karakter generasi muda yang berintegritas.

Dengan tambahan apresiasi tersebut, Pemprov Jawa Barat berharap para kafilah mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik dari MTQ Nasional XXXI 2026.

MTQ Nasional XXXI sendiri dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 11 hingga 20 September 2026, dengan mempertemukan para peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi Jawa Barat, peningkatan bonus tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan prestasi keagamaan dan pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *