Kapolri Listyo Sigit Ungkap Polri Bangun 178 Jembatan Nasional, Banten dan Jateng Jadi Fokus
SOROTAN PUBLIK – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Polri telah membangun sebanyak 178 jembatan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bentuk respons cepat terhadap perintah Presiden Prabowo Subianto.
Program pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membantu memperkuat konektivitas masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan akses penghubung untuk aktivitas sehari-hari.
Dari total 178 jembatan yang dibangun secara nasional, sejumlah pembangunan berada di wilayah Banten dan Jawa Tengah.
Jembatan Merah Putih Presisi di Banten
Di Provinsi Banten, pembangunan jembatan dilakukan melalui program Jembatan Merah Putih Presisi Polri. Sejumlah jembatan telah dibangun maupun masih dalam proses pengerjaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Di Kabupaten Serang, salah satunya berada di Desa Cisaat, Kecamatan Padarincang. Jembatan permanen berukuran sekitar 15 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut menggantikan jembatan bambu yang sebelumnya digunakan masyarakat.
Jembatan itu menjadi akses penting bagi warga, termasuk anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Pembangunan juga dilakukan di Gempol Wetan, Kota Cilegon. Program Jembatan Merah Putih Presisi di lokasi tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama setelah usulan pembangunan jembatan disampaikan masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) selama dua periode.
Sementara itu, jembatan di Kampung Sadea, Desa Pasirbuyut, Kabupaten Serang, telah rampung 100 persen. Kehadiran jembatan tersebut membantu memperlancar akses anak-anak menuju sekolah sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian masyarakat.
Jembatan Gantung hingga Respons Darurat
Di Kabupaten Lebak, Jembatan Gantung Merah Putih di Kampung Cisaat Lebak, Desa Cirinten, diresmikan pada 27 Juni 2026.
Sebelumnya, masyarakat mengandalkan jalur dengan alas bambu yang dinilai rawan untuk dilalui. Setelah pembangunan selesai, akses tersebut berubah menjadi jembatan yang lebih kokoh dan aman bagi aktivitas warga.
Sementara di Kabupaten Pandeglang, TNI-Polri bersama masyarakat bergerak cepat membangun jembatan darurat di wilayah Mandalawangi setelah jembatan sebelumnya mengalami kerusakan hingga ambruk.
Langkah tersebut menunjukkan keterlibatan aparat dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap mobilitas warga.
Polri Perkuat Infrastruktur untuk Masyarakat
Pembangunan 178 jembatan secara nasional menjadi bagian dari respons Polri terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.
Selain membuka akses antarkampung dan memperlancar mobilitas warga, pembangunan jembatan juga memiliki dampak terhadap aktivitas pendidikan, distribusi hasil pertanian, serta kegiatan ekonomi masyarakat.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat dalam mempercepat penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan di berbagai daerah.
Dengan pembangunan jembatan yang tersebar di sejumlah wilayah, Polri berupaya memastikan kehadiran negara dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses.
