Jokowi Ingatkan Para Lurah dan Pemimpin: Jangan Semena-mena kepada Rakyat Setelah Berkuasa

0
1788202050230-1

SOROTAN PUBLIK – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan para lurah dan pemimpin di berbagai tingkatan agar tidak bersikap semena-mena kepada masyarakat setelah memperoleh jabatan dan kekuasaan.

Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab. Seorang pemimpin, menurutnya, tidak seharusnya menggunakan kekuasaan sebagai alasan untuk memperlakukan masyarakat secara tidak pantas.

Jokowi Soroti Sikap Pemimpin kepada Rakyat

Jokowi mencontohkan salah satu sikap yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin, yakni berbicara kasar kepada rakyat hanya karena merasa memiliki jabatan.

Menurut Jokowi, posisi sebagai lurah maupun pemimpin di tingkat pemerintahan lainnya seharusnya membuat seseorang semakin memahami tanggung jawabnya dalam melayani masyarakat.

Jabatan, kata Jokowi, bukanlah alasan bagi seorang pemimpin untuk merasa lebih tinggi dibandingkan rakyat yang dilayaninya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuasaan pada dasarnya merupakan amanah yang harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk menunjukkan superioritas pribadi.

Jabatan Adalah Amanah

Jokowi juga mengingatkan para pemimpin agar tetap menjaga sikap ketika telah memperoleh kepercayaan dari masyarakat.

Seorang pejabat publik dituntut mampu memberikan pelayanan dengan sikap yang baik, menghormati masyarakat, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kesan bahwa kekuasaan digunakan secara sewenang-wenang.

Peringatan tersebut disampaikan dalam suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sekaligus menjadi momentum Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah.

Pesan Jokowi tersebut menjadi refleksi mengenai pentingnya etika kepemimpinan di berbagai tingkatan pemerintahan.

Bagi masyarakat, kualitas seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari kebijakan dan program yang dijalankan, tetapi juga dari bagaimana pemimpin tersebut memperlakukan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, semakin tinggi jabatan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral untuk menjaga sikap, ucapan, dan tindakan terhadap masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *