Java Halu Coffee Ekspor 26 Ton Kopi ke Inggris Senilai Rp3,9 Miliar, UMKM Jabar Siap Tembus Pasar Global
BANDUNG BARAT — Java Halu Coffee, UMKM asal Jawa Barat, berhasil mengekspor 26 ton kopi senilai 250.000 dolar AS atau sekitar Rp3,9 miliar ke Inggris pada Selasa (18/8/2026).
Kopi yang diekspor tersebut berasal dari hasil produksi para petani di kawasan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat. Ekspor ini menjadi salah satu bukti bahwa kopi spesialti Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional.
Pemerintah berharap keberhasilan Java Halu Coffee dapat menjadi pemantik semangat bagi pelaku UMKM kopi lainnya di Jawa Barat maupun daerah lain di Indonesia untuk berani memperluas pasar hingga mancanegara.
Ekspor Terbesar Java Halu Coffee
Founder Java Halu Coffee, Rani Mayasari, mengatakan pengiriman ke Inggris kali ini merupakan ekspor kedua yang dilakukan perusahaan tersebut. Namun, menurutnya, ekspor kali ini menjadi yang terbesar karena Java Halu Coffee telah bekerja sama dengan importir besar.
“Ini sebetulnya yang kedua, tapi ini yang terbesar, karena yang pertama kita baru trial dan direct selling ke industri kecil. Nah, ini kita sudah kerja sama dengan importir besar,” kata Rani.
Keberhasilan tersebut membuka peluang bagi Java Halu Coffee untuk memperluas pasar. Perusahaan menargetkan dapat menjalin kontrak eksklusif dengan mitra di Vietnam, Eropa, dan Jepang pada tahun depan.
Kapasitas ekspor juga ditargetkan meningkat secara signifikan. Dari saat ini satu kontainer berukuran 40 feet, Java Halu Coffee berharap mampu mengirim hingga lima kontainer pada tahun mendatang.
Permintaan Tinggi, Produksi Hulu Perlu Diperkuat
Di balik peluang ekspansi pasar, Java Halu Coffee masih menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan.
Saat ini, perusahaan disebut baru mampu memenuhi sekitar 30 persen dari total permintaan pasar untuk kategori kopi spesialti yang mereka garap.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas produksi di tingkat hulu menjadi salah satu kebutuhan penting. Penguatan petani, kualitas produksi, hingga kesinambungan pasokan menjadi faktor yang menentukan kemampuan UMKM kopi Indonesia memenuhi permintaan pasar global.
Kopi spesialti Indonesia sendiri memiliki karakter rasa yang beragam sesuai dengan wilayah dan kondisi geografis tempat kopi tersebut ditanam. Keunikan tersebut menjadi salah satu modal untuk meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar internasional.
Kopi Jadi Komoditas Penting Ekspor Pertanian
Peluang ekspor komoditas pertanian Jawa Barat juga masih terbuka lebar. Nilai ekspor Jawa Barat pada semester I 2026 atau periode Januari-Juni tercatat mencapai 19,6 miliar dolar AS.
Selain kopi, sejumlah komoditas lain seperti teh, kakao, cengkeh, dan buah-buahan juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di pasar ekspor.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi mengatakan kopi memiliki peran penting dalam ekspor produk pertanian Indonesia.
Menurut dia, komoditas kopi memberikan kontribusi sekitar 36 persen terhadap total ekspor produk pertanian nasional.
Ekspor 26 ton kopi Java Halu Coffee ke Inggris pun menjadi gambaran bahwa UMKM memiliki peluang untuk menjadi bagian penting dalam rantai perdagangan global.
Dengan penguatan produksi di tingkat petani, peningkatan kualitas, kepastian pasokan, serta perluasan jaringan pasar, kopi dari daerah seperti Gunung Halu berpotensi semakin dikenal di berbagai negara.
Keberhasilan Java Halu Coffee diharapkan tidak berhenti sebagai satu cerita sukses, tetapi menjadi inspirasi bagi lebih banyak UMKM Indonesia untuk meningkatkan kualitas produk dan berani membawa komoditas lokal ke pasar dunia.
