Indonesia Bidik Potensi Logam Tanah Jarang, Eksplorasi 200 Hektare di Mamuju Ditargetkan Rampung 2027

0
1793865668899-1

JAKARTA – Potensi logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements di Indonesia mulai mendapat perhatian dalam pengembangan sumber daya mineral strategis nasional. Salah satu wilayah yang menjadi fokus eksplorasi adalah Mamuju, Sulawesi Barat, yang dinilai memiliki kandungan mineral bernilai penting bagi berbagai industri masa depan.

PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas tengah melakukan kegiatan eksplorasi di Mamuju dengan cakupan dua blok lahan seluas total 200 hektare.

Hingga November 2026, kegiatan pengeboran dilaporkan telah mencapai sekitar 10 persen dari target keseluruhan. Sebanyak 72 titik pengeboran telah dilakukan dari rencana 200 titik.

Eksplorasi tersebut bertujuan memperbarui data sumber daya sekaligus memperoleh gambaran lebih akurat mengenai potensi mineral yang terkandung di wilayah tersebut. Data hasil pengeboran nantinya menjadi dasar untuk tahapan evaluasi dan perhitungan estimasi cadangan.

Kadar Logam Tanah Jarang Mamuju Capai 4.571 Ppm

Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi logam tanah jarang di Mamuju tercatat memiliki kadar total tertinggi mencapai 4.571 parts per million (ppm).

Sebagai perbandingan, wilayah Parmonangan, Sumatera Utara, memiliki kadar yang dilaporkan mencapai 1.549 ppm.

Angka tersebut menunjukkan adanya potensi mineral yang perlu diteliti lebih lanjut melalui eksplorasi dan kajian teknis. Meski demikian, kadar mineral tidak secara otomatis menunjukkan jumlah cadangan yang dapat ditambang secara ekonomis.

Penentuan cadangan membutuhkan kajian lebih mendalam, termasuk sebaran mineral, karakteristik geologi, metode pengolahan, aspek lingkungan, serta kelayakan ekonomi.

Mineral Strategis untuk Industri Masa Depan

Logam tanah jarang merupakan kelompok unsur mineral yang memiliki peran penting dalam berbagai sektor teknologi modern.

Material ini digunakan dalam industri elektronik, magnet permanen, kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga sejumlah teknologi pertahanan.

Kebutuhan global terhadap mineral strategis tersebut membuat penguasaan sumber daya dan teknologi pengolahannya menjadi perhatian berbagai negara.

Bagi Indonesia, pengembangan potensi logam tanah jarang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertambangan, tetapi juga peluang membangun industri pengolahan dan hilirisasi di dalam negeri.

Eksplorasi Ditargetkan Selesai pada 2027

Perminas menargetkan kegiatan eksplorasi di Mamuju dapat diselesaikan pada 2027. Setelah tahapan tersebut, hasil eksplorasi akan menjadi bahan untuk menghitung estimasi cadangan melalui tenaga ahli yang kompeten.

Tahapan ini penting untuk memastikan potensi mineral yang ditemukan dapat dinilai berdasarkan standar teknis dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apabila hasil eksplorasi menunjukkan prospek yang layak, pengembangan logam tanah jarang berpeluang menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam memperkuat industri mineral nasional.

Dengan demikian, potensi Mamuju tidak hanya menjadi perhatian dalam peta kekayaan sumber daya alam, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok mineral strategis dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *