Humor Gus Dur yang Bikin Hadirin Terpingkal: “Semua Teroris Sudah Jadi Menteri”
JAKARTA — Bukan Gus Dur namanya jika setiap kali berpidato tidak menyelipkan guyonan. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memang dikenal luas dengan gaya humor yang kerap membuat suasana serius berubah menjadi penuh tawa.
Tidak jarang, guyonan Gus Dur juga berisi sentilan terhadap perilaku pejabat, politikus, maupun berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Salah satu kisah humor yang kerap beredar adalah ketika Gus Dur disebut memberikan sambutan dalam sebuah acara konsolidasi nasional PKB. Dalam cerita tersebut, Gus Dur menyinggung berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia, termasuk mengenai terorisme.
Di tengah sambutannya, Gus Dur kemudian melontarkan sebuah kalimat yang membuat para hadirin tertawa.
“Karena semua teroris sudah jadi menteri,” kata Gus Dur, sebagaimana dikisahkan dalam cerita humor tersebut.
Hadirin pun disebut langsung tertawa mendengar celetukan tersebut.
Gus Dur kemudian melanjutkan guyonannya dengan menjelaskan siapa yang dimaksud dengan “teroris” dalam kalimat tersebut.
“Siapa mereka? Yaitu mereka yang dulu pekerjaannya menakuti umat dan rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Kalimat tersebut semakin mengundang gelak tawa para hadirin.
Humor sebagai Cara Gus Dur Menyampaikan Kritik
Gaya humor Gus Dur memang sering menjadi bagian dari cara dirinya menyampaikan kritik. Dengan bahasa yang sederhana, spontan, dan terkadang absurd, Gus Dur mampu menyampaikan pesan yang serius tanpa membuat suasana menjadi tegang.
Bagi Gus Dur, humor bukan sekadar hiburan. Guyonan juga dapat menjadi cara untuk menyentil kekuasaan, membuka ruang berpikir, sekaligus menyampaikan kritik sosial dan politik dengan cara yang lebih ringan.
Itulah sebabnya banyak kisah humor Gus Dur tetap dikenang dan diceritakan kembali hingga sekarang.
Namun, kisah mengenai kalimat “semua teroris sudah jadi menteri” tersebut sebaiknya dipahami sebagai cerita humor yang beredar, bukan langsung dianggap sebagai kutipan pidato Gus Dur yang telah terverifikasi, apabila belum ditemukan rekaman atau sumber primer yang memastikan konteks dan waktu pernyataannya.
Terlepas dari itu, kisah tersebut menggambarkan satu hal yang sangat melekat pada sosok Gus Dur: kemampuannya menggunakan humor untuk menyampaikan kritik yang tajam tanpa kehilangan sisi kemanusiaan dan kelucuan.
