Empat Anak Michael Hartono Warisi Saham Rp52 Triliun per Orang, Ini Rincian Kekayaan Keluarga Djarum
JAKARTA — Empat anak mendiang pengusaha Michael Bambang Hartono menerima pembagian saham di perusahaan induk keluarga, PT Dwimuria Investama Andalan, dengan estimasi nilai sedikitnya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52 triliun per orang. Pengalihan kepemilikan tersebut menjadi salah satu transfer kekayaan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip laporan Bloomberg yang dipublikasikan pada Agustus 2026, Michael Hartono memiliki 49 persen saham di Dwimuria. Berdasarkan dokumen yang dilaporkan kepada pemerintah, kepemilikan tersebut telah dibagi secara merata kepada empat ahli warisnya.
Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun. Semasa hidupnya, ia bersama sang adik, Robert Budi Hartono, membangun dan mengembangkan kerajaan bisnis keluarga yang mencakup industri rokok, perbankan, properti, hingga berbagai sektor usaha lainnya.
Nilai Warisan Mencapai Puluhan Triliun Rupiah
Berdasarkan perhitungan yang mengacu pada kepemilikan Dwimuria di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), nilai 49 persen saham Michael di perusahaan induk tersebut diperkirakan mencapai sedikitnya US$11,7 miliar per 11 Agustus 2026.
Apabila nilai tersebut dibagi rata kepada empat ahli waris, masing-masing memperoleh saham dengan estimasi nilai sekitar US$2,93 miliar. Dengan asumsi kurs Rp17.870 per dolar AS, nilainya setara dengan kurang lebih Rp52,37 triliun per orang.
Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan nilai kepemilikan saham, bukan berarti setiap ahli waris menerima uang tunai dalam jumlah yang sama. Nilai aktual aset dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham, nilai perusahaan, serta komposisi kepemilikan bisnis yang diperhitungkan.
Dwimuria Jadi Penghubung Bisnis Keluarga Hartono
PT Dwimuria Investama Andalan merupakan perusahaan induk yang menjadi salah satu jalur utama kepemilikan keluarga Hartono di BCA. Melalui perusahaan tersebut, keluarga Hartono memiliki kepentingan besar di salah satu bank terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar.
Selain perbankan, kerajaan bisnis keluarga Hartono juga mencakup PT Djarum yang dikenal sebagai salah satu produsen rokok kretek utama di Indonesia. Jaringan usaha keluarga ini turut memiliki kepentingan di sektor properti, pusat perbelanjaan, perkebunan, serta sejumlah bidang bisnis lainnya.
Besarnya nilai saham yang dialihkan kepada empat ahli waris menunjukkan skala aset yang dikelola keluarga Hartono sekaligus menandai proses penerusan kepemilikan bisnis kepada generasi berikutnya.
Suksesi Kekayaan Keluarga Jadi Sorotan
Pengalihan saham tersebut menarik perhatian karena melibatkan salah satu keluarga pengusaha paling berpengaruh di Indonesia. Selama puluhan tahun, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono mengembangkan bisnis keluarga dari industri rokok hingga merambah sektor keuangan dan berbagai bidang usaha strategis.
Pembagian saham Michael kepada empat ahli waris menjadi bagian dari proses suksesi kepemilikan perusahaan keluarga. Namun, nilai saham yang disebutkan dalam laporan tersebut perlu dipahami sebagai estimasi berdasarkan aset dan kepemilikan perusahaan, bukan gambaran menyeluruh dari seluruh kekayaan bersih masing-masing ahli waris.
Dengan kepemilikan yang diteruskan kepada generasi berikutnya, keluarga Hartono tetap menjadi salah satu kelompok bisnis yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia.
