Dedi Mulyadi Bangun Jembatan Penghubung Purwakarta-Subang Pakai Uang Pribadi Rp1,4 Miliar

0
1786809364224

PURWAKARTA — Pembangunan jembatan Cihambulu yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang akhirnya selesai dan kini dapat kembali digunakan masyarakat.

Jembatan tersebut sebelumnya hanya bisa dilalui satu lajur. Kondisinya rusak selama sekitar enam tahun sehingga membahayakan warga yang melintas.

Perbaikan jembatan dilakukan menggunakan dana pribadi Dedi Mulyadi dengan nilai sekitar Rp1,4 miliar. Setelah selesai diperbaiki, ribuan warga dari sejumlah desa di Purwakarta dan Subang berkumpul untuk menyaksikan peresmian jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat kedua wilayah.

Jembatan Cihambulu Berganti Nama Menjadi Sasak Bodas

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi mengatakan jembatan yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Cihambulu tersebut kini diberi nama Sasak Bodas, yang dalam bahasa Indonesia berarti Jembatan Putih.

“Ini nanti setelah Lebaran akan dicat putih semua. Kemudian akan dipasang hiasan lampu cetok supaya terang benderang dan indah,” ujar Dedi, disambut tepuk tangan warga.

Dedi menjelaskan, perbaikan jembatan tersebut sebenarnya masih menjadi kewajiban kontraktor. Namun, hingga pembangunan kembali dilakukan, kontraktor disebut belum menyelesaikan kewajibannya.

Karena perbaikan telah dilakukan menggunakan dana pribadinya, Dedi mengatakan apabila nantinya terdapat pembayaran dari pemerintah kepada kontraktor, dana tersebut semestinya dikembalikan kepadanya.

“Pemerintah harus memberikan uang itu sebab saya yang membereskan, bukan kontraktor. Nanti uang itu untuk membeton jalan yang belum beres biar selesai semuanya,” ucapnya.

Warga Dua Kabupaten Rayakan Jembatan Kembali Bisa Digunakan

Sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat setempat, Dedi mempersilakan istri Kepala Desa Cijunti sebagai tokoh perempuan untuk meresmikan jembatan dengan memotong bambu secara simbolis.

Kembalinya fungsi jembatan tersebut disambut bahagia warga dari kedua kabupaten. Jembatan menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan wilayah Purwakarta dan Subang sekaligus membantu memangkas waktu perjalanan masyarakat.

Suasana haru terlihat ketika sejumlah warga membawa tumpeng secara sukarela sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya perbaikan jembatan.

Tumpeng tersebut kemudian dibagikan dan disantap bersama warga yang hadir sebagai menu berbuka puasa.

“Senang, sekarang bisa lewat lagi. Ini sampai bela-belain bawa tumpeng untuk syukuran dan buka puasa bersama,” ujar Mak Eneng dengan mata berkaca-kaca.

Kembali berfungsinya jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah perbatasan Purwakarta dan Subang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *