Debu Tebal Selimuti Jalan Raden Fatah Sijenjang, Warga Khawatir ISPA Mengancam dan Aktivitas Belajar SDN 162 Terganggu
JAMBI – Kondisi Jalan Raden Fatah di Kelurahan Sijenjang, Kota Jambi, kembali menjadi sorotan. Setelah dilakukan perbaikan sementara dengan penimbunan menggunakan tanah, ruas jalan tersebut kini dipenuhi debu tebal yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas.
Warga menilai penanganan sementara tersebut justru memunculkan persoalan baru. Debu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga berdampak pada proses belajar mengajar di SD Negeri 162 Kota Jambi yang berada di sekitar lokasi.
Setiap kendaraan, terutama truk bertonase besar, melintas, debu langsung menyelimuti permukiman warga hingga masuk ke ruang-ruang kelas. Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen melalui pengaspalan jalan.
Ketua RT 05 Kelurahan Sijenjang, Sopuan Hilal, mengatakan kondisi jalan saat ini lebih buruk dibandingkan sebelumnya ketika masih berlubang.
“Debunya tambah parah, bahkan sampai masuk ke dalam SD 162 Sijenjang. Sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, paparan debu yang terjadi setiap hari juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan warga yang tinggal di sepanjang jalan tersebut.
“Kalau seperti ini terus, lambat laun masyarakat bisa terdampak penyakit saluran pernapasan. Kami khawatir kasus ISPA meningkat akibat debu yang terus terhirup setiap hari,” katanya.
Selama ini, persoalan Jalan Raden Fatah bukan hal baru. Warga telah berulang kali menyampaikan keluhan sejak beberapa tahun terakhir. Saat musim kemarau jalan berubah menjadi sumber debu, sedangkan ketika hujan turun kondisi berubah menjadi becek dan berlumpur.
Keluhan tersebut bahkan sempat mencuat pada 2021 terkait tingginya intensitas kendaraan angkutan barang yang melintas. Berbagai upaya sementara seperti penimbunan dan pengecoran di beberapa titik telah dilakukan, namun hingga kini belum mampu memberikan solusi yang benar-benar menyelesaikan persoalan.
Warga yang bermukim di sepanjang jalan mengaku harus menutup pintu dan jendela rumah setiap kali truk melintas agar debu tidak masuk ke dalam rumah.
Selain itu, mereka juga berharap pengemudi kendaraan bertonase besar dapat mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan permukiman sehingga debu yang beterbangan dapat diminimalkan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Jambi bersama instansi terkait segera merealisasikan pembangunan jalan secara permanen menggunakan aspal atau beton agar aktivitas warga, pengguna jalan, serta proses belajar mengajar di SD Negeri 162 dapat kembali berjalan dengan nyaman.
Penanganan permanen juga dinilai penting untuk mengurangi dampak debu terhadap kualitas udara di lingkungan permukiman dan menjaga kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
