Dari Hobi Main Game Jadi Animator, Al Divi Rarindrayana Raup Pesanan Animasi dari Luar Negeri
Sorotan Publik — Salah satu rumah di Jalan Kenari tampak sepi. Di dalamnya, seorang remaja terlihat serius mengutak-atik mouse komputer di hadapan tiga layar yang menyala.
Remaja tersebut adalah Al Divi Rarindrayana. Di tengah aktivitasnya, ia sedang mengerjakan pesanan animasi dari salah satu pelanggan yang berada di luar negeri.
Putra sulung pasangan Jodi Narendradata dan Vita Tunjung Sari itu ternyata telah memiliki ketertarikan terhadap dunia permainan digital sejak duduk di kelas IV sekolah dasar.
Bukan Sekadar Bermain Game
Al Divi awalnya memang gemar bermain game. Namun, ketertarikannya perlahan bergeser dari sekadar memainkan permainan menjadi mengamati bagaimana karakter dalam sebuah game dapat terlihat hidup.
Ia memperhatikan karakter, bentuk, hingga gerakan yang ditampilkan dalam permainan.
“Awalnya saya memang senang main game. Namun lama-lama saya justru tertarik dengan animasi di dalam sebuah permainan. Setiap karakternya dan bagaimana gerakan-gerakannya. Waktu itu saya sering dimarahi Mama, kok main game terus,” tuturnya.
Rasa penasaran tersebut kemudian mendorong Al Divi untuk mencoba membuat animasinya sendiri.
Belajar Secara Otodidak
Tidak langsung mengikuti pendidikan khusus animasi, Al Divi memilih belajar secara mandiri. Ia memanfaatkan berbagai tutorial yang tersedia di YouTube untuk mempelajari cara membuat karakter game.
Proses tersebut tentu tidak berlangsung singkat. Ia membutuhkan waktu cukup lama untuk memahami dan menguasai pembuatan satu karakter.
Setelah merasa benar-benar menguasai kemampuannya, karya yang dibuatnya mulai menarik perhatian sejumlah teman.
Dari proses belajar yang awalnya dilakukan karena rasa penasaran, kemampuan tersebut kemudian berkembang menjadi keterampilan yang dapat menghasilkan karya animasi.
Hobi yang Berkembang Menjadi Keahlian
Kisah Al Divi menunjukkan bagaimana ketertarikan terhadap sesuatu yang awalnya dianggap sekadar hobi dapat berkembang menjadi kemampuan apabila ditekuni dengan serius.
Dunia game yang awalnya hanya menjadi tempat bermain justru membuatnya tertarik mempelajari sisi kreatif di balik sebuah permainan, terutama bagaimana karakter dirancang dan digerakkan.
Kini, komputer dengan tiga layar di hadapannya bukan sekadar perangkat untuk bermain. Peralatan tersebut menjadi bagian dari aktivitasnya dalam membuat animasi, termasuk mengerjakan pesanan dari pelanggan luar negeri.
Perjalanan Al Divi juga menjadi gambaran bahwa perkembangan teknologi membuka ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan karya mereka hingga ke luar Indonesia.
