Danlanal Banjarmasin Dampingi Gubernur Kalsel Tinjau Karhutla di Banjarbaru
Banjarbaru — Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra mendampingi Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Selatan meninjau posko dan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Minggu (23/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam penanganan karhutla, terutama menjelang kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia di wilayah Kalimantan Selatan.
Pastikan Kesiapan Penanganan Karhutla
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran terkait untuk mengevaluasi kondisi lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan karhutla dapat berjalan secara terpadu.
Sejumlah unsur TNI, Polri, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran personel Satgas Darat Karhutla juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang dapat meluas.
Dalam kegiatan itu turut hadir Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Dankodaeral XIII Laksda TNI Sumarji Bimoaji, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, KaBinda Kalsel Brigjen Pol Sentot Adi Dharmawan, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, serta Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita.
Selain itu, Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra dan para personel Satgas Darat Karhutla juga mengikuti peninjauan tersebut.
Sinergi TNI-Polri dan BPBD Diperkuat
Sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya mempercepat penanggulangan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
Koordinasi tersebut juga diarahkan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali selama agenda kunjungan kerja Presiden RI berlangsung.
Langkah antisipatif dan kesiapsiagaan bersama diharapkan dapat memperkuat respons terhadap potensi kebakaran sekaligus menjaga situasi di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya tetap aman, kondusif, serta terkendali.
