China Uji Coba Lifebuoy Terbang Bertenaga AI untuk Penyelamatan di Air
Hangzhou — China mendemonstrasikan lifebuoy terbang bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu proses penyelamatan orang di air. Dalam latihan penyelamatan air di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, perangkat tersebut terbang secara mandiri dari daratan menuju seseorang yang mengalami kesulitan di air dan kemudian memberikan dukungan apung.
Perangkat yang secara resmi disebut robot penyelamat terbang cerdas AI tersebut dikembangkan oleh kepolisian kawasan wisata Hangzhou. Sistemnya menggabungkan penerbangan otonom, deteksi target berbasis AI, serta kemampuan penyelamatan di air.
Teknologi tersebut dirancang untuk memangkas waktu respons ketika korban berada dalam kondisi darurat dan tim penyelamat belum dapat menjangkaunya secara langsung.
Cara Kerja Lifebuoy Terbang
Dalam simulasi, lifebuoy berwarna oranye terbang dari tepi pantai menuju orang yang jatuh ke air dan kemudian mendarat di permukaan air.
Saat perangkat menyentuh air, baling-balingnya mati secara otomatis. Perangkat tetap stabil dan mengapung meskipun korban menaikinya. Setelah beberapa menit, tim penyelamat tiba dan membawa korban ke tempat aman.
Setelah digunakan, lifebuoy tersebut kemudian dapat terbang kembali menuju lokasi asalnya.
Perangkat ini memiliki bobot sekitar 9 pon dan dibuat menggunakan bahan polipropilena. Lifebuoy tersebut dirancang mampu menopang dua orang dewasa dengan berat masing-masing hingga 80 kilogram.
Kecepatan terbangnya mencapai sekitar 10 hingga 14 meter per detik dengan radius operasional hingga 2.000 meter. Perangkat juga dilengkapi kamera visi malam inframerah sehingga kondisi korban dapat dipantau secara real-time.
Dipadukan dengan Drone dan Kendaraan Otonom
Lifebuoy terbang menjadi salah satu teknologi penyelamatan cerdas yang diperagakan dalam latihan tersebut.
Dalam skenario lain, drone digunakan untuk menjatuhkan lifebuoy tiup kepada orang yang mengalami kesulitan di air. Pelampung kemudian mengembang ketika mencapai permukaan air.
Teknologi lainnya menggabungkan perahu penyelamat nirawak dengan drone yang dapat mencari dan mendeteksi korban, sementara perahu bergerak secara otonom menuju lokasi.
Di Hangzhou, lifebuoy terbang juga telah diintegrasikan dengan kendaraan patroli otonom yang dapat membawa dan meluncurkan perangkat tersebut dengan cepat. Sebanyak tiga unit telah ditempatkan di kawasan wisata Danau Barat untuk membantu merespons keadaan darurat.
Dikembangkan untuk Mempercepat Penyelamatan
Teknologi tersebut mendapat perhatian setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian membagikan rekaman perangkat itu melalui media sosial dan menggambarkannya sebagai teknologi yang dapat membantu menyelamatkan jiwa.
Pengembangan lifebuoy terbang tersebut berawal dari kebutuhan petugas kepolisian di lapangan yang menghadapi persoalan ketika tim penyelamat tidak dapat menjangkau korban dengan cepat dalam keadaan darurat di perairan.
Tim pengembang juga tengah mengembangkan sejumlah peralatan penyelamatan lainnya, termasuk pendorong penyelamat air dan kendaraan berpelacak untuk mendukung operasi di darat.
Dengan pengembangan dan penggunaan yang lebih luas, teknologi penyelamatan berbasis AI dan sistem otonom tersebut berpotensi menjadi perangkat pendukung bagi penjaga pantai, petugas tanggap darurat, maupun tim penyelamat dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.
