Bripka Batias Yikwa Dirikan Rumah Baca di Keerom, Bantu Anak Papua yang Kesulitan Akses Pendidikan

0
1786761154846

KEEROM — Keterbatasan akses pendidikan di Kampung Baburia, Kabupaten Keerom, Papua, tidak menyurutkan kepedulian Bripka Batias Yikwa. Anggota Polres Keerom tersebut sejak 2023 mendirikan Rumah Baca sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak yang mengalami kesulitan menjangkau sekolah formal.

Bripka Batias yang bertugas sebagai Banit 3 Satreskrim Polres Keerom mengatakan, inisiatif tersebut berawal dari kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat di Kampung Baburia. Ia ingin masyarakat setempat memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian. Jarak sejumlah dusun dengan sekolah membuat sebagian anak kesulitan memperoleh akses pendidikan formal.

“Dampaknya, ada anak-anak yang seharusnya sudah memenuhi syarat masuk sekolah tapi justru tidak bersekolah,” kata Bripka Batias.

Kondisi tersebut mendorongnya mendirikan Rumah Baca agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka.

“Saya berinisiatif untuk membangun perpustakaan, jadi adik-adik ini setelah belajar pagi, sorenya meluangkan waktu di perpustakaan,” ujarnya.

Rumah Baca Tak Hanya untuk Anak-anak

Rumah Baca yang dibangun Bripka Batias ternyata tidak hanya dimanfaatkan oleh anak-anak. Sejumlah orang dewasa di Kampung Baburia yang belum memiliki kemampuan membaca juga datang untuk belajar.

Bripka Batias turut mengajarkan kemampuan membaca kepada masyarakat. Ia juga menyediakan buku-buku mengenai pertanian yang ditujukan bagi para ibu di kampung.

Melalui buku-buku tersebut, masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai cara bercocok tanam, mulai dari pemilihan bibit hingga penggunaan pupuk.

“Ada orang tua yang belum bisa membaca, jadi saya mengajarkan mereka. Untuk mama-mama juga ada buku pertanian. Saya mengajarkan cara menanam yang baik, memilih bibit, hingga penggunaan pupuk,” jelasnya.

Dengan demikian, Rumah Baca tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga berkembang menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat dengan berbagai usia.

Sempat Terbakar, Tak Patah Semangat

Perjuangan Bripka Batias dalam menjalankan Rumah Baca tidak selalu berjalan mulus. Perpustakaan yang didirikannya sempat terbakar pada November tahun sebelumnya.

Kebakaran tersebut terjadi ketika musim kemarau. Menurut Bripka Batias, api dari aktivitas membakar sampah merambat hingga ke bagian atap bangunan.

“Saya dengar perpustakaan itu terbakar setelah 3 hari. Itu terjadi pada musim kemarau, jadi bakar sampah itu api naik ke atap. Masyarakat tidak ada yang kasih tahu, mungkin takut saya marah,” jelasnya.

Peristiwa tersebut sempat membuat Bripka Batias sedih dan kehilangan semangat. Namun, setelah mengetahui bahwa kebakaran itu merupakan musibah dan bukan tindakan yang disengaja, ia memilih untuk tidak menyalahkan masyarakat.

Sebagai langkah berikutnya, ia meminta pemerintah desa menyediakan sebuah ruangan di kantor desa untuk digunakan sebagai perpustakaan sementara.

“Hari itu saya sedih, tapi setelah saya tanya-tanya ternyata itu bukan sengaja dibakar, itu musibah. Saya tidak marah, kemudian saya minta satu ruangan di kantor desa untuk perpustakaan,” tuturnya.

Bripka Batias berharap keberadaan Rumah Baca dapat terus membantu masyarakat Kampung Baburia, terutama anak-anak dan orang dewasa yang membutuhkan akses belajar.

“Sebagai anak asli Papua, saya ingin program ini tidak berhenti di sini saja. Harapannya masyarakat bisa hidup lebih mandiri, lebih semangat, dan ke depan ada perubahan lebih baik,” tegas Bripka Batias.

Polres Keerom Apresiasi Inisiatif Bripka Batias

Kabag SDM Polres Keerom Kompol I Ketut Arnaya mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Bripka Batias Yikwa.

Menurutnya, Rumah Baca tersebut memberikan manfaat sebagai sarana pendidikan nonformal bagi masyarakat di Kampung Baburia, khususnya anak-anak.

“Pak Yikwa itu sangat bagus memberikan pengetahuan pendidikan non-formal di sana. Saat ini sudah ada perpustakaan, kami juga mengumpulkan buku untuk diserahkan ke sana agar bisa menjadi bahan pembelajaran,” ujar Kompol I Ketut Arnaya.

Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat dilakukan dari berbagai lingkungan, termasuk oleh anggota kepolisian yang berada langsung di tengah masyarakat.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan akses pendidikan, Rumah Baca di Kampung Baburia diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak sekaligus membuka kesempatan belajar bagi masyarakat secara lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *