Brigjen TNI Sunaryo Kusumo Tutup Rehabilitasi Medik Return to Combat Personel TNI Angkatan VII 2026

0
1789724692204

JAKARTA — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Kesehatan Pertahanan (Kapuskeshan) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Sunaryo Kusumo, memimpin upacara penutupan Rehabilitasi Medik Paripurna Return to Combat (RTC) Personel TNI Angkatan VII Tahun Anggaran 2026 di Puskeshan Kemhan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan rehabilitasi medik tersebut berlangsung selama lebih dari empat bulan, mulai 7 Mei hingga 18 September 2026, dan diikuti oleh 20 personel TNI.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia kesehatan pertahanan dalam memberikan dukungan rehabilitasi medik bagi personel TNI.

Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan penguatan kompetensi yang berkaitan dengan proses rehabilitasi medik paripurna, khususnya dalam mendukung personel agar dapat kembali menjalankan tugas setelah menjalani proses pemulihan.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Sunaryo Kusumo berpesan kepada seluruh peserta agar tidak berhenti meningkatkan kompetensi meskipun program pelatihan telah selesai.

Ia juga mendorong para peserta untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.

Selain peningkatan kompetensi, penguatan kolaborasi antartenaga kesehatan serta penerapan prinsip keselamatan pasien juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan rehabilitasi medik.

Menurut Puskeshan Kemhan, kemampuan sumber daya manusia kesehatan pertahanan memiliki peran penting dalam mendukung proses pemulihan personel TNI sekaligus menjaga kesiapan mereka dalam menjalankan tugas.

Karena itu, hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga pelayanan rehabilitasi medik terhadap personel TNI semakin optimal.

Penutupan Rehabilitasi Medik Paripurna RTC Personel TNI Angkatan VII TA 2026 sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak Mei 2026.

Para peserta diharapkan dapat membawa kompetensi yang diperoleh untuk memperkuat pelaksanaan tugas kesehatan pertahanan di lingkungan TNI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *