Bawa Telur Busuk ke Bank Mandiri Pati, AMPB Protes Rekening Rp80,9 Juta Diduga Diblokir

0
1789515344505

PATI – Puluhan anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bank Mandiri Cabang Pati, Selasa (15/9/2026). Massa memprotes dugaan pemblokiran rekening yang menurut mereka dilakukan tanpa adanya konfirmasi awal kepada pihak pemilik rekening.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung tegang. Massa membawa mobil komando, membentangkan sejumlah spanduk, serta menyampaikan berbagai tuntutan kepada pihak Bank Mandiri.

Situasi kemudian memanas setelah massa membakar ban bekas di depan kantor.

Tidak berhenti di situ, sejumlah peserta aksi juga melempar telur busuk ke arah bagian depan gedung bank. Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, disebut menjadi orang pertama yang melakukan pelemparan tersebut, sebelum kemudian diikuti peserta aksi lainnya.

Akibat aksi tersebut, bagian pintu utama gedung dan bilik ATM di sisi depan kantor dilaporkan terkena bercak telur. Bau menyengat juga tercium di sekitar pintu masuk gedung.

Persoalan Rekening Rp80,9 Juta

Di balik aksi tersebut, AMPB mempersoalkan rekening yang menurut mereka memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta.

Supriyono mengklaim rekening tersebut telah diblokir sejak 21 Agustus 2026. Menurut pihak AMPB, dana di dalam rekening merupakan gabungan uang pribadi dan dana donasi masyarakat yang digunakan untuk kegiatan organisasi.

AMPB mempertanyakan alasan pemblokiran serta prosedur yang dilakukan pihak perbankan. Mereka menilai penghentian akses terhadap rekening tersebut telah berdampak terhadap aktivitas kelompok mereka.

Namun, tudingan tersebut merupakan versi pihak AMPB. Alasan resmi Bank Mandiri terkait status rekening, dasar pemblokiran, serta apakah terdapat proses kepatuhan atau permintaan dari pihak berwenang masih perlu dikonfirmasi secara resmi.

Dalam persoalan rekening bank, pemblokiran dapat terjadi berdasarkan sejumlah dasar hukum dan prosedur tertentu. Karena itu, status rekening serta alasan penghentian akses perlu dilihat berdasarkan dokumen dan penjelasan resmi pihak bank.

AMPB Siapkan Aksi Lima Hari

Pada hari pertama aksi, massa AMPB disebut belum membuka ruang dialog dengan manajemen lokal Bank Mandiri. Mereka menginginkan persoalan tersebut terlebih dahulu mendapatkan perhatian secara terbuka.

AMPB menyatakan aksi akan berlangsung selama lima hari berturut-turut. Jika tuntutan mereka belum mendapatkan kejelasan, massa menyatakan aksi dapat diperpanjang.

Persoalan tersebut kini tidak hanya menyangkut aksi pelemparan telur busuk di depan kantor bank. Pertanyaan utama yang masih menunggu penjelasan adalah apa dasar pemblokiran rekening senilai Rp80,9 juta tersebut dan bagaimana status dana di dalamnya.

Keterangan resmi dari Bank Mandiri akan menjadi penting untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai persoalan tersebut, termasuk dasar hukum, prosedur pemeriksaan rekening, serta alasan penghentian akses terhadap dana.

Sementara itu, AMPB tetap meminta adanya kejelasan dan penyelesaian atas persoalan rekening yang mereka persoalkan.

Perkembangan aksi dan respons Bank Mandiri selanjutnya masih menjadi perhatian masyarakat Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *