Bandara IKN Berpotensi Jadi Bandara Komersial, Tunggu Terbitnya Perpres
PENAJAM PASER UTARA — Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) berpotensi bertransformasi dari bandara khusus menjadi bandara yang melayani penerbangan komersial setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar perubahan status dan pengoperasiannya.
Perubahan tersebut dinilai dapat membuka peluang baru bagi konektivitas udara menuju IKN. Selain penerbangan umum, bandara tersebut juga berpotensi dikembangkan untuk mendukung layanan embarkasi haji dan umrah.
Runway 3 Kilometer Siap Layani Pesawat Berbadan Lebar
Bandara IKN memiliki landasan pacu sepanjang 3 kilometer dengan lebar 85 meter. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung operasional pesawat berbadan lebar atau wide-body.
Kemampuan tersebut membuka peluang bagi Bandara IKN untuk melayani penerbangan dengan kapasitas lebih besar, baik untuk rute domestik maupun, setelah memenuhi seluruh persyaratan dan regulasi, penerbangan internasional.
Kehadiran bandara dengan kapasitas tersebut juga diharapkan memperkuat akses menuju kawasan IKN sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, aparatur pemerintahan, pelaku usaha, dan wisatawan.
Berpotensi Jadi Embarkasi Haji dan Umrah
Selain penerbangan komersial, Bandara IKN disebut berpotensi dikembangkan sebagai salah satu titik embarkasi haji dan umrah.
Jika terealisasi, fasilitas tersebut dapat memberikan alternatif akses bagi masyarakat di Kalimantan dan wilayah sekitarnya. Pengembangan ini juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar bandara.
Namun, penetapan sebagai embarkasi tetap membutuhkan pemenuhan berbagai persyaratan teknis, operasional, dan regulasi dari instansi terkait.
Lion Group Pertimbangkan Fasilitas MRO
Pengembangan Bandara IKN juga dikaitkan dengan potensi pembangunan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) yang dipertimbangkan oleh Lion Group.
Fasilitas MRO dapat menjadikan bandara tidak hanya berfungsi sebagai pusat pergerakan penumpang dan barang, tetapi juga sebagai lokasi pemeliharaan dan perawatan pesawat.
Jika direalisasikan, fasilitas tersebut berpotensi mendukung kebutuhan industri penerbangan di kawasan Kalimantan dan wilayah Indonesia bagian timur.
Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Transformasi Bandara IKN menjadi bandara komersial berpotensi memperkuat konektivitas udara menuju kawasan ibu kota baru.
Akses penerbangan yang semakin terbuka dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, perdagangan, investasi, logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar IKN.
Meski demikian, realisasi operasional komersial tetap bergantung pada terbitnya regulasi dan pemenuhan seluruh persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Jika seluruh tahapan tersebut dapat diselesaikan, Bandara IKN berpeluang menjadi salah satu simpul transportasi udara strategis yang mendukung perkembangan IKN sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah di Indonesia.
