AKP Siwanto Eka Putra Dirikan Rumah Tahfidz Al-Qur’an, Berawal dari Nasihat Orang Tua untuk Terus Berbuat Baik
BATAM — Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui tugas kedinasan. Hal tersebut ditunjukkan AKP Siwanto Eka Putra, personel Ditreskrimsus Polda Kepri, yang mendirikan Rumah Tahfidz Al-Qur’an sebagai wadah pembelajaran agama bagi masyarakat sekitar.
Rumah Tahfidz tersebut telah berjalan selama sekitar enam bulan dan kini diikuti lebih dari 20 santri. Kehadiran tempat belajar tersebut menjadi bagian dari upaya AKP Siwanto menghadirkan manfaat bagi masyarakat di luar tugasnya sebagai anggota Polri.
Menurut Siwanto, pendirian Rumah Tahfidz merupakan salah satu bentuk pengabdian seorang Bhayangkara kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih luas untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an.
“ Saya mendirikan Rumah Tahfidz dengan tulus dan penuh keikhlasan niatan karena Allah. Harapan saya adalah agar dari Rumah Tahfidz ini akan lahir imam-imam besar di masa depan yang akan menjadi penerang dalam agama Islam,” ujar Siwanto.
Akses Belajar Al-Qur’an Tanpa Patokan Biaya
Rumah Tahfidz yang didirikan Siwanto tidak menetapkan patokan biaya bagi masyarakat yang ingin belajar Al-Qur’an.
Syarat utamanya adalah peserta sudah memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an. Dengan konsep tersebut, Siwanto ingin membuka kesempatan belajar agama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.
Menurutnya, pendidikan agama seharusnya dapat diakses secara luas sehingga setiap individu memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Tujuan kami adalah memberikan akses pendidikan agama yang luas dan inklusif bagi semua kalangan masyarakat tanpa memandang status sosial atau ekonomi, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan pengetahuan dan kecintaannya terhadap Al-Qur’an,” katanya.
Pendirian Rumah Tahfidz tersebut juga tidak terlepas dari nasihat kedua orang tua Siwanto. Ia mengaku terus mengingat pesan bahwa seseorang tidak harus menjadi ustaz atau kiai terlebih dahulu untuk dapat berbuat baik dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Menurutnya, setiap orang dapat menggunakan potensi yang dimiliki untuk menjadi sebab munculnya kebaikan di tengah masyarakat.
“Berbakti atau untuk menjadi orang baik itu nggak harus jadi kiai, nggak harus jadi ustaz. Jadi apa pun, yang penting beriman kepada Allah,” tuturnya.
Dibangun dengan Dana Pribadi, Kini Didukung Rekan dan Pimpinan
Pada awal pendirian Rumah Tahfidz, Siwanto menggunakan dana pribadi bersama sang istri. Keduanya bahu-membahu membangun tempat yang diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menuntut ilmu agama.
Dalam perjalanannya, sejumlah rekan kerja bahkan pimpinan Siwanto turut memberikan dukungan untuk keberlangsungan kegiatan Rumah Tahfidz tersebut.
Siwanto menyebut dukungan juga datang dari Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Alimasyah dan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Asep Safrudin.
“Alhamdulillah, ada rekan kerja bahkan komandan kami yang kerap memberi sumbangan. Support besar juga diberikan Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Alimasyah dan Waka Polda Brigjen Pol Asep Safrudin,” ungkapnya.
Ia berharap setiap bantuan yang diberikan dapat menjadi amal jariyah bagi mereka yang ikut mendukung keberadaan Rumah Tahfidz tersebut.
Santri Mulai Ukir Prestasi
Di sela kesibukannya menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Siwanto tetap berusaha memantau perkembangan kegiatan belajar para santri.
Menurutnya, melihat anak-anak bersemangat menghafalkan Al-Qur’an menjadi kebahagiaan tersendiri.
Ia bahkan menyebut salah seorang santrinya pernah mendapat undangan ke Penang, Malaysia, untuk menjadi imam. Selain itu, dua santri lainnya berhasil meraih juara dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Batam.
“Bahagia rasanya melihat anak-anak begitu giat dan semangat menghafal Al-Qur’an. Bahkan ada santri kami kemarin diundang ke Penang, Malaysia untuk menjadi imam. Tak hanya itu, dua santri juga meraih juara di kegiatan MTQ Kota Batam beberapa waktu lalu,” katanya.
Bagi Siwanto, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan Rumah Tahfidz dan memberikan kesempatan kepada lebih banyak anak untuk belajar agama.
Ia berharap Rumah Tahfidz tersebut dapat terus berkembang dan melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang memiliki ilmu, integritas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mohon doanya semoga ke depannya Rumah Tahfidz ini bisa berkembang dan menghasilkan penghafal Al-Qur’an yang hebat,” harapnya.
Di tengah kesibukannya sebagai abdi negara, Siwanto berharap Rumah Tahfidz tersebut menjadi salah satu jalan pengabdiannya kepada Allah, negara, dan sesama.
“Yang jelas ini salah satu jalan untuk mengabdi, baik kepada Allah, kepada negeri, kepada sesama dan seterusnya,” imbuhnya.
