Adik Kandung Try Sutrisno Tetap Mengabdi Jadi Guru TK di Usia 85 Tahun, Bergaji Rp300 Ribu per Bulan
SURABAYA – Sosok Chamimah, adik kandung mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno, menjadi perhatian publik karena dedikasinya yang luar biasa di dunia pendidikan. Meski telah berusia 85 tahun, Chamimah masih aktif mengajar sebagai guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Surabaya dengan gaji sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000 per bulan.
Chamimah diketahui merupakan adik kandung kelima dari mantan Wakil Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Selama puluhan tahun, ia memilih mengabdikan diri sebagai pendidik tanpa memanfaatkan latar belakang keluarganya untuk memperoleh jabatan atau keuntungan tertentu.
Mengabdi Sejak 1963
Chamimah telah mengajar di TK Masa Putra Bhakti, Surabaya, sejak tahun 1963. Selama lebih dari enam dekade, ia konsisten mendidik anak-anak usia dini dengan penuh ketulusan dan semangat pengabdian.
Meski usianya tidak lagi muda, semangatnya untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa tetap tidak surut. Kehadirannya di ruang kelas menjadi inspirasi bagi banyak guru dan masyarakat.
Dedikasi Lebih Utama daripada Materi
Dengan penghasilan sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000 per bulan, Chamimah tetap menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab. Baginya, menjadi guru bukan semata-mata soal penghasilan, melainkan bentuk pengabdian kepada bangsa melalui pendidikan.
Sikap sederhana dan rendah hati yang ditunjukkan Chamimah menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai dedikasinya mencerminkan nilai keikhlasan dalam mendidik generasi muda.
Inspirasi Dunia Pendidikan
Kisah Chamimah menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada dunia pendidikan tidak selalu diukur dari besarnya penghasilan, melainkan dari komitmen dan ketulusan dalam membentuk karakter serta masa depan anak-anak Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, sosok Chamimah menjadi inspirasi bahwa semangat mengajar dan melayani masyarakat dapat terus hidup meski usia telah lanjut.
Dedikasinya selama puluhan tahun diharapkan menjadi teladan bagi generasi pendidik agar terus menanamkan nilai-nilai kejujuran, ketulusan, dan pengabdian demi kemajuan pendidikan nasional.
