Fun Run HUT ke-81 TNI Satukan Prajurit dan Rakyat, Rizkan Al Mubarok: Kedekatan Harus Berlanjut di Luar Seremoni
MALANG — Ribuan masyarakat dan prajurit TNI berbaur dalam Fun Run 5K dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI di Lapangan Rampal, Kota Malang, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan olahraga tersebut mendapat perhatian dari Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya sekaligus Ketua AWNI Provinsi Jambi, Rizkan Al Mubarrok.
Rizkan menilai kegiatan yang mempertemukan prajurit dan masyarakat secara langsung memiliki nilai penting dalam membangun komunikasi sosial dan memperkuat hubungan TNI dengan rakyat.
“Ini bukan hanya tentang berlari lima kilometer. Ada pesan yang jauh lebih besar, yaitu ketika prajurit dan rakyat berada di ruang yang sama, berolahraga bersama, berinteraksi dan membangun komunikasi tanpa sekat,” ujar Rizkan Al Mubarrok dalam tanggapannya.
Fun Run HUT ke-81 TNI di Malang diikuti ribuan peserta. Laporan mengenai kegiatan tersebut mencatat jumlah peserta di kisaran 3.300 hingga sekitar 5.000 orang, tergantung sumber dan metode penghitungan peserta. Kegiatan juga melibatkan berbagai satuan TNI serta masyarakat.
Menurut Rizkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seperti ini penting karena hubungan antara institusi pertahanan dan rakyat tidak hanya dibangun melalui kegiatan formal.
“Rakyat mengenal TNI bukan hanya melalui seragam dan upacara. Rakyat juga melihat prajurit ketika hadir di tengah masyarakat, ketika berolahraga bersama, membantu masyarakat, membuka ruang komunikasi dan ikut merasakan kehidupan masyarakat,” katanya.
Lebih dari Sekadar Fun Run
Rizkan melihat olahraga bersama dapat menjadi bentuk komunikasi sosial yang sederhana tetapi efektif.
Di Lapangan Rampal, kegiatan tidak hanya diisi dengan lari. Rangkaian kegiatan juga mencakup bakti sosial kesehatan, pembagian sembako, kegiatan UMKM, hiburan serta kegiatan kemasyarakatan lainnya. Kodam V/Brawijaya menyebut rangkaian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi sosial dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Ketika olahraga digabung dengan kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat, maka manfaatnya menjadi lebih luas. Masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari kegiatan,” ujar Rizkan.
Ia menilai pendekatan semacam itu dapat menciptakan ruang interaksi yang lebih manusiawi antara masyarakat dengan prajurit.
“Kadang-kadang kedekatan dibangun dari hal sederhana. Berlari bersama, berbicara bersama, saling menyapa. Dari komunikasi yang sederhana seperti itu bisa tumbuh kepercayaan,” katanya.
Kedekatan Jangan Berhenti di Garis Finis
Namun, Rizkan memberikan catatan bahwa semangat kebersamaan tersebut sebaiknya tidak berhenti ketika kegiatan selesai.
Menurutnya, nilai terpenting dari kegiatan HUT TNI justru bagaimana semangat bersama rakyat dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai kedekatan dengan rakyat hanya terjadi ketika ada acara. Setelah garis finis dilewati, hubungan itu harus tetap berjalan. Rakyat membutuhkan TNI yang hadir, mendengar dan memahami persoalan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai kegiatan olahraga bersama dapat menjadi pintu masuk bagi komunikasi yang lebih luas.
“Setelah masyarakat berkumpul, ruang dialog harus terus dibuka. Apa yang menjadi persoalan rakyat, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, apa yang dapat dilakukan bersama. Di situlah makna kebersamaan menjadi lebih substantif,” ujarnya.
TNI dan Rakyat dalam Satu Ruang
Rizkan juga mengapresiasi konsep kegiatan HUT ke-81 TNI yang melibatkan masyarakat secara luas.
Pusat kegiatan HUT ke-81 TNI digelar di Jakarta, sementara berbagai kegiatan berlangsung di sejumlah daerah. Puspen TNI melaporkan rangkaian peringatan tahun ini juga mencatat sejumlah kegiatan bersama masyarakat, termasuk Fun Run, kegiatan kesehatan dan edukasi.
Bagi Rizkan, pelibatan masyarakat merupakan hal yang penting karena TNI dan rakyat memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dalam sejarah perjalanan bangsa.
“Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa kekuatan pertahanan bangsa tidak berdiri sendiri. Ada rakyat di dalamnya. Karena itu, semangat bersama rakyat bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi hubungan yang hidup dalam keseharian,” katanya.
Ia menilai olahraga menjadi salah satu medium yang relatif mudah diterima berbagai kelompok masyarakat karena tidak mengenal sekat usia, profesi maupun latar belakang sosial.
“Di lintasan lari, semua orang sama-sama bergerak menuju garis finis. Itu simbol yang sederhana, tetapi kuat. Kita bisa berbeda profesi dan latar belakang, tetapi memiliki tujuan bersama,” ujar Rizkan.
Pers Mengawal Kedekatan TNI dan Rakyat
Sebagai Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya, Rizkan juga menempatkan pers sebagai bagian dari penghubung komunikasi antara institusi negara dan masyarakat.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk memberitakan kegiatan TNI secara proporsional sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Pers harus memberitakan yang baik sebagai fakta ketika memang baik. Tetapi pers juga tetap harus kritis ketika menemukan persoalan. Itulah fungsi pers yang sehat,” katanya.
Rizkan menegaskan bahwa apresiasi terhadap TNI tidak berarti pers kehilangan fungsi pengawasan.
“Apresiasi dan kritik bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya dapat berjalan bersama selama berdasarkan fakta, data dan kepentingan publik,” ujarnya.
Menurutnya, pemberitaan mengenai kegiatan kemasyarakatan TNI juga harus mampu menunjukkan manfaat nyata yang diterima masyarakat.
“Jangan hanya memberitakan siapa yang hadir. Beritakan juga apa manfaatnya bagi rakyat. Berapa banyak masyarakat yang mendapat layanan kesehatan, bagaimana UMKM terlibat, bagaimana komunikasi sosial dibangun dan apa dampaknya setelah kegiatan selesai,” katanya.
Dari Malang untuk Indonesia
Rizkan melihat Fun Run HUT ke-81 TNI di Malang sebagai contoh bahwa kegiatan institusi negara dapat sekaligus menjadi ruang interaksi masyarakat.
“Yang terjadi di Malang adalah contoh bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang kebersamaan. Tentu setiap daerah memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, tetapi semangatnya bisa diterapkan di mana saja,” ujarnya.
Ia berharap semangat tersebut dapat terus dikembangkan melalui kegiatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Kalau ada olahraga, ada kesehatan. Kalau ada kesehatan, ada pelayanan. Kalau ada pelayanan, ada komunikasi. Kalau komunikasi terbangun, kepercayaan akan lebih mudah tumbuh,” kata Rizkan.
Ia menambahkan, kekuatan sebuah institusi tidak hanya terlihat dari kemampuan menjalankan tugas pokoknya, tetapi juga dari kualitas hubungan dengan masyarakat.
“Rakyat membutuhkan institusi negara yang kuat sekaligus dekat. TNI membutuhkan dukungan rakyat, dan rakyat membutuhkan TNI yang profesional serta hadir untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.
Rizkan kemudian mengapresiasi seluruh prajurit dan masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Selamat HUT ke-81 TNI. Semoga semangat ‘Bersama Rakyat, TNI Kuat’ tidak berhenti sebagai tema peringatan, tetapi benar-benar menjadi semangat yang hidup dalam pengabdian sehari-hari,” katanya.
Menurut Rizkan, lima kilometer yang ditempuh ribuan peserta pada akhirnya bukan sekadar jarak.
“Setiap langkah adalah simbol kebersamaan. Setiap pertemuan adalah kesempatan membangun kepercayaan. Dan setiap bentuk pengabdian yang memberikan manfaat kepada rakyat adalah bagian dari kekuatan Indonesia,” pungkas Rizkan Al Mubarrok.
