Sudah Didenda US$11.941, Azeez Al-Shaair Kembali Tulis Nama Anak Palestina di Lapangan NFL

0
1790054617764-1

HOUSTON — Linebacker Houston Texans, Azeez Al-Shaair, kembali menggunakan penampilannya di lapangan NFL untuk mengenang anak Palestina yang tewas dalam konflik Gaza.

Pada pertandingan Houston Texans melawan Cincinnati Bengals, Minggu, 20 September 2026, Al-Shaair terlihat menggunakan eye black bertuliskan nama “Wafaa Akila”. Wafaa Akila dilaporkan merupakan seorang anak perempuan Palestina berusia delapan tahun yang tewas di Gaza.

Aksi tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah Al-Shaair dikenai denda oleh NFL karena menuliskan nama “Hind Rajab” pada eye black ketika Texans menghadapi Buffalo Bills pada 13 September 2026.

NFL menjatuhkan denda sebesar US$11.941 kepada Al-Shaair karena penggunaan pesan pribadi yang tidak memperoleh persetujuan sebelumnya, sesuai aturan liga mengenai perlengkapan dan pakaian pemain pada hari pertandingan. Aturan tersebut melarang pemain menampilkan pesan pribadi dalam bentuk tulisan maupun gambar tanpa persetujuan NFL.

Hind Rajab merupakan seorang anak Palestina berusia lima tahun yang tewas di Gaza pada 2024 bersama sejumlah anggota keluarganya. Nama Hind kemudian menjadi perhatian internasional dalam pemberitaan mengenai perang Gaza.

Setelah menerima denda tersebut, Al-Shaair tetap mempertahankan alasannya menggunakan nama Hind Rajab. Dalam keterangannya kepada wartawan, ia mempertanyakan nilai sebuah kehidupan dibandingkan nominal denda yang dikenakan kepadanya.

Aksi Al-Shaair kemudian berlanjut pada pertandingan berikutnya. Kali ini bukan slogan politik yang ditampilkan, melainkan nama Wafaa Akila.

Sikap tersebut mendapat perhatian dari sejumlah kelompok. CAIR-Texas, misalnya, menyampaikan dukungan terhadap tindakan Al-Shaair dan menyoroti penggunaan platform olahraga untuk mengingat korban anak-anak Palestina.

Sementara itu, kontroversi mengenai pesan pada perlengkapan pemain tetap berada dalam konteks aturan NFL. Dari perspektif liga, persoalan yang dikenakan kepada Al-Shaair berkaitan dengan penggunaan pesan pribadi yang tidak disetujui pada perlengkapan pertandingan, bukan semata-mata karena nama yang ditulisnya.

Bagi Al-Shaair, tulisan tersebut menjadi cara untuk membawa nama korban ke ruang publik melalui panggung olahraga profesional.

Bukan sekadar angka korban yang sulit dibayangkan, tetapi sebuah nama dan kisah seorang anak.

Kini, tindakannya kembali memunculkan perdebatan: ketika seorang atlet mengetahui adanya aturan dan konsekuensi finansial, tetapi tetap memilih menyampaikan pesan kemanusiaan, apakah tindakan itu harus dipandang sebagai keberanian menyuarakan kepedulian atau sebagai keputusan untuk menerima konsekuensi atas pelanggaran aturan?

Jawabannya menjadi ruang perdebatan publik. Yang tercatat, Al-Shaair memang kembali menampilkan nama korban Palestina dalam pertandingan NFL setelah sebelumnya dikenai denda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *