Kyai Das’ad Latif Soroti Korupsi Pejabat: “Kenapa Pejabat Kita Sekarang Banyak yang Maling?”
JAKARTA — Fenomena korupsi yang melibatkan orang-orang yang memiliki jabatan dan kekuasaan kembali menjadi sorotan dalam ceramah Kyai Das’ad Latif.
Dalam ceramahnya, Kyai Das’ad Latif menyampaikan kritik terhadap perilaku koruptif yang menurutnya muncul ketika seseorang tidak mampu mengendalikan keinginan terhadap harta dan kenikmatan dunia.
Ia menyinggung kasus-kasus korupsi dengan nilai yang sangat besar, mulai dari ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan hidup, tetapi juga menyangkut keserakahan dan ketidakmampuan membatasi keinginan.
Kyai Das’ad kemudian menggunakan perumpamaan sederhana mengenai makanan.
Menurutnya, sebanyak apa pun makanan yang tersedia, manusia memiliki keterbatasan untuk menghabiskannya dalam satu waktu. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa seseorang masih mengejar kekayaan secara berlebihan ketika kebutuhan hidup sebenarnya telah terpenuhi.
Dalam pandangannya, salah satu hal yang dapat membuat manusia terjebak dalam perilaku tersebut adalah “tipu daya dunia”.
Ketika seseorang terlalu mengejar harta, jabatan, dan kenikmatan duniawi, batas antara kebutuhan dan keserakahan dapat menjadi semakin kabur.
Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat moral bahwa kekayaan dan jabatan bukanlah tujuan akhir kehidupan.
Kyai Das’ad juga mengingatkan pentingnya mendengarkan nasihat agama dan dakwah sebagai sarana untuk menjaga hati serta mengingatkan manusia agar tidak mudah terlena oleh kehidupan dunia.
Menurut pesan moral yang disampaikannya, jabatan merupakan amanah dan kekuasaan merupakan tanggung jawab. Karena itu, orang yang diberikan kepercayaan untuk memegang jabatan semestinya menyadari adanya tanggung jawab moral atas setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan.
Kritik terhadap korupsi tersebut pada akhirnya mengarah pada persoalan integritas. Kekuasaan yang tidak disertai pengendalian diri dan rasa tanggung jawab berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Melalui ceramahnya, Kyai Das’ad Latif mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat persoalan korupsi dari besarnya nilai uang yang dikorupsi, tetapi juga dari sisi moral dan karakter manusia.
Pesan utamanya sederhana: jangan sampai keinginan mengejar dunia membuat seseorang melupakan amanah, tanggung jawab, serta pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.
Sebab, ketika jabatan dipandang sebagai amanah, kekuasaan tidak semestinya menjadi jalan untuk memperkaya diri, melainkan sarana untuk memberikan manfaat dan menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat.
