Proyek Dikuasai Keluarga? Adik Prabowo Menang Lelang WK Migas Natuna D-Alpha

0
1789906244558-1

JAKARTA — Nama keluarga Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan setelah PT Nations Petroleum, perusahaan yang terafiliasi dengan Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, ditetapkan sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) Migas Natuna D-Alpha.

Penetapan tersebut dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 yang ditetapkan pada 17 September 2026. Natuna D-Alpha merupakan salah satu wilayah kerja yang masuk dalam lelang WK Migas Tahap I 2026.

Hashim Djojohadikusumo diketahui merupakan adik Presiden Prabowo Subianto. Melalui PT Nations Petroleum, kelompok usaha yang dipimpinnya memperoleh hak untuk mengelola kegiatan hulu migas di wilayah kerja tersebut sesuai kontrak, komitmen kerja, dan ketentuan pemerintah.

Untuk tiga tahun pertama, Nations Petroleum memberikan komitmen pasti senilai US$103,309 juta, atau sekitar Rp1,83 triliun dengan asumsi kurs Rp17.735 per dolar AS. Perusahaan tersebut juga memberikan bonus tanda tangan sebesar US$200 ribu.

Komitmen kerja itu mencakup sejumlah kegiatan eksplorasi dan persiapan pengembangan. Di antaranya tiga paket studi geologi dan geofisika, akuisisi serta pemrosesan data seismik 3D seluas 591 kilometer persegi, satu pilot unit design and engineering, tiga paket studi integrasi CO₂, serta berbagai pekerjaan engineering dan konstruksi.

Nations Petroleum juga mencantumkan komitmen pengeboran satu sumur appraisal dan satu sumur eksplorasi, disertai kegiatan operasi, pengujian multimode, dan monitoring.

Secara keseluruhan, Kementerian ESDM menetapkan pemenang untuk enam wilayah kerja dalam lelang Tahap I 2026. Total komitmen pasti tiga tahun pertama dari enam wilayah kerja tersebut mencapai sekitar US$141,512 juta, dengan bonus tanda tangan sekitar US$1,6 juta. Pemerintah menyebut lelang tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong eksplorasi dan penemuan sumber daya migas baru guna mendukung kebutuhan energi nasional.

Natuna D-Alpha sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengembangan migas Indonesia. Wilayah ini dikenal memiliki potensi gas yang besar, tetapi pengembangannya menghadapi tantangan teknis, salah satunya kandungan karbon dioksida (CO₂) yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat pengembangan lapangan membutuhkan teknologi dan perhitungan keekonomian yang kompleks.

Dengan masuknya Nations Petroleum, Natuna D-Alpha kembali memasuki tahapan baru setelah sebelumnya mengalami perjalanan panjang dalam upaya pengembangannya. Kini, komitmen eksplorasi dan pekerjaan awal menjadi bagian penting yang harus direalisasikan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Namun, penggunaan istilah “proyek dikuasai keluarga” perlu ditempatkan secara hati-hati. Fakta yang telah diumumkan pemerintah adalah PT Nations Petroleum ditetapkan sebagai pemenang lelang WK Natuna D-Alpha melalui mekanisme resmi Kementerian ESDM. Tidak ada dasar dalam informasi yang telah diverifikasi untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau konflik kepentingan hanya dari hubungan keluarga Hashim Djojohadikusumo dengan Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu, perhatian publik selanjutnya dapat diarahkan pada transparansi proses lelang, pelaksanaan komitmen investasi, kepatuhan terhadap kontrak, serta bagaimana pengembangan Natuna D-Alpha nantinya memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional.

Pertanyaan mengenai hubungan bisnis dan kekuasaan tetap menjadi isu yang dapat diperbincangkan secara publik, tetapi penilaian mengenai ada atau tidaknya konflik kepentingan memerlukan bukti dan pemeriksaan berdasarkan aturan yang berlaku.

Yang telah terkonfirmasi saat ini adalah: Nations Petroleum memenangkan lelang WK Migas Natuna D-Alpha dengan komitmen pasti US$103,309 juta untuk tiga tahun pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *