KOKAM dan Banser Kawal Tabligh Akbar Ustaz Khalid Basalamah di Purwokerto, Acara Berlangsung Aman dan Tertib

0
1789887252840-1

PURWOKERTO – Kegiatan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Khalid Basalamah di Purwokerto, Jawa Tengah, mendapat pengamanan bersama dari dua organisasi kepemudaan Islam, yakni Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Pengamanan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan rangkaian kegiatan dakwah berjalan tertib dan kondusif. Tabligh akbar berlangsung di Auditorium Graha Widyatama, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

Kehadiran personel KOKAM dan Banser dalam pengamanan kegiatan menjadi perhatian tersendiri karena kedua organisasi tersebut berasal dari lingkungan organisasi kemasyarakatan Islam yang berbeda.

Keduanya turut membantu mengawal kegiatan serta mengatur situasi di sekitar lokasi sehingga jamaah dapat mengikuti rangkaian tabligh akbar dengan lebih tertib.

Kegiatan dakwah yang menghadirkan Ustaz Khalid Basalamah tersebut diikuti jamaah yang datang untuk mendengarkan kajian dan tausiah keagamaan.

Pengamanan bersama juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung, terutama ketika jumlah jamaah cukup banyak dan aktivitas di sekitar lokasi meningkat.

Berdasarkan informasi yang beredar mengenai kegiatan tersebut, seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana aman dan tertib. Tidak terdapat laporan mengenai gangguan yang menghambat pelaksanaan tabligh akbar.

Kehadiran KOKAM dan Banser dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan adanya ruang kerja sama dalam menjaga keamanan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Bagi jamaah yang hadir, pengamanan yang dilakukan bersama tersebut diharapkan dapat memberikan rasa nyaman sehingga kegiatan dakwah dapat berlangsung dengan baik.

Tabligh akbar kemudian ditutup dengan suasana kondusif. Para jamaah meninggalkan lokasi secara tertib setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kegiatan keagamaan di ruang publik membutuhkan koordinasi berbagai pihak, termasuk panitia, aparat, organisasi masyarakat, relawan dan jamaah, agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan aman serta menghormati ketertiban bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *