Rp351 Miliar untuk Pendidikan, Program Berani Cerdas Sulteng Bantu 80 Ribu Warga Kuliah hingga S3

0
1789231304000

SULAWESI TENGAH — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalokasikan anggaran sekitar Rp351 miliar melalui Program Berani Cerdas untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, mulai dari jenjang sekolah hingga pendidikan tinggi.

Program tersebut dirancang sebagai bantuan biaya pendidikan untuk meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas pendidikan warga Sulawesi Tengah. Sasaran program mencakup siswa, mahasiswa jenjang S1, S2, S3, pendidikan dokter spesialis, hingga tenaga pendidik atau guru.

Berdasarkan laporan per awal Agustus 2026, Program Berani Cerdas disebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 80.000 warga Sulawesi Tengah.

Program ini menjadi salah satu kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendorong semakin banyak anak daerah memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas pemerintah.

“Pendidikan ini adalah hak dasar rakyat. Jadi, saya kira siapa pun pemimpin, kalau dia cinta kepada rakyatnya, maka pendidikan ini menjadi utama dan pertama harus dia perhatikan,” ujar Anwar dalam unggahan akun resminya @anwarhafid14, Minggu (6/9/2026).

Anwar mengatakan, tujuan besar Program Berani Cerdas adalah memastikan semakin banyak anak-anak Sulawesi Tengah yang telah menyelesaikan pendidikan menengah dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Kalau bisa semua orang, anak-anak di Sulteng ini tamat SMA semua kuliah. Enggak ada lagi yang tidak kuliah,” katanya.

Menurut Anwar, investasi pendidikan tidak dapat diukur hanya dalam satu atau dua tahun masa pemerintahan. Dampak pembangunan sumber daya manusia, kata dia, baru akan terlihat dalam jangka panjang.

Karena itu, Anwar berharap Program Berani Cerdas dapat dilanjutkan oleh para pemimpin Sulawesi Tengah berikutnya.

“Siapa pun orang Sulawesi Tengah yang jadi gubernur di masa yang akan datang, kalau dia cinta rakyat Sulawesi Tengah, harus melanjutkan program ini. Karena ini sangat membantu masyarakat kita untuk bisa menggapai apa yang disebut Sulteng Nambaso,” ujarnya.

Istilah “Sulteng Nambaso” yang disampaikan Anwar merujuk pada cita-cita agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan.

Anwar juga menekankan bahwa bantuan pendidikan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban orang tua, terutama keluarga yang selama ini harus memikirkan biaya kuliah anak.

Dengan adanya bantuan biaya pendidikan, orang tua diharapkan dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan keluarga lainnya, sementara anak-anak tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi.

Menjangkau Puluhan Ribu Mahasiswa

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Firmanza menyampaikan bahwa Program Berani Cerdas terus diperluas cakupannya.

Menurut data yang disampaikan Pemprov Sulteng, pada 2026 program tersebut telah menjangkau puluhan ribu mahasiswa. Secara keseluruhan, penerima manfaat program disebut telah mencapai 80.344 orang.

Jumlah penerima manfaat tersebut menunjukkan besarnya cakupan program bantuan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain bantuan biaya pendidikan, Pemprov Sulteng juga mengalokasikan sekitar Rp21,56 miliar untuk mendukung pelaksanaan uji kompetensi dan praktik kerja industri (Prakerin) bagi siswa SMK.

Untuk meningkatkan kompetensi guru, tersedia pula program beasiswa pendidikan magister yang bekerja sama dengan Universitas Terbuka dengan anggaran sekitar Rp2,48 miliar.

Pemprov Sulteng juga menjalankan program revitalisasi sekolah untuk memperkuat sarana dan prasarana pembelajaran.

Di wilayah terpencil, pemerintah daerah turut memberikan dukungan akses internet berbasis satelit untuk sekolah. Anggaran sekitar Rp430 juta dialokasikan untuk mendukung akses tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya diarahkan pada pembiayaan kuliah, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas tenaga pendidik, kesiapan siswa SMK, fasilitas sekolah, serta akses teknologi di daerah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan.

Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang

Program Berani Cerdas pada akhirnya bukan sekadar persoalan mengalokasikan anggaran pendidikan. Program tersebut menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yakni bagaimana pemerintah memastikan anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi.

Jika program berjalan konsisten dan tepat sasaran, dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan saat ini, tetapi juga oleh masyarakat Sulawesi Tengah dalam jangka panjang.

Pendidikan yang semakin mudah diakses dapat membuka peluang lahirnya lebih banyak tenaga profesional, guru, dokter, akademisi, peneliti, birokrat, pengusaha, dan berbagai sumber daya manusia berkualitas dari daerah sendiri.

Karena itu, keberlanjutan, ketepatan sasaran, serta transparansi pengelolaan Program Berani Cerdas menjadi faktor penting agar investasi pendidikan tersebut benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pemprov Sulteng juga menyebut transparansi program dapat dipantau melalui kanal resmi pemerintah daerah.

Dengan demikian, publik tidak hanya berharap anggaran pendidikan terus diperbesar, tetapi juga dapat memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sumber: ANTARA dan keterangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *