Ratusan Warga Kota Jambi Salat Istisqa di Tengah Asap dan Krisis Air Bersih, Tangis Pecah Saat Berdoa

0
1789018752157-1

JAMBI — Asap semakin tebal, hujan tak kunjung turun, sementara kebutuhan air bersih mulai menjadi persoalan. Di tengah kondisi tersebut, ratusan warga Kota Jambi melaksanakan salat Istisqa atau salat meminta hujan, Kamis (10/9/2026) pagi.

Sekitar pukul 07.30 WIB, Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi dipenuhi jemaah yang datang untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun. Mayoritas jemaah berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), namun masyarakat umum, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Pemerintah Kota Jambi juga turut hadir.

Suasana berlangsung khidmat. Sejumlah sapi dan kambing dibawa ke lokasi pelaksanaan salat sebagai bagian dari rangkaian ikhtiar yang dilakukan di tengah kondisi kekeringan.

Momen paling mengharukan terjadi ketika doa dipanjatkan. Sejumlah jemaah terlihat tidak mampu menahan tangis dan menangis terisak dalam suasana penuh keheningan.

Salat Istisqa tersebut digelar setelah Kota Jambi menghadapi kondisi kering selama beberapa bulan. Minimnya hujan membuat persoalan lingkungan semakin terasa. Udara dipenuhi asap, sementara sebagian masyarakat mulai menghadapi keterbatasan ketersediaan air bersih.

Bagi masyarakat, salat Istisqa bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi yang sedang dihadapi.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan kondisi kekeringan hendaknya menjadi momentum untuk melakukan introspeksi, baik dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, maupun dengan alam.

Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, memperkuat doa, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran kita di sini Allah bukakan pintu langit dan dikabulkan doa kita sehingga hujan turun di Kota Jambi,” kata Maulana.

Harapan warga kini sederhana: hujan segera turun, udara kembali bersih, dan ketersediaan air bersih kembali mudah diperoleh masyarakat.

Di tengah langit yang masih menahan hujan, doa ratusan warga Kota Jambi menjadi ikhtiar bersama. Persoalan kekeringan dan asap juga menjadi pengingat bahwa masyarakat membutuhkan langkah nyata dalam menjaga lingkungan, memastikan ketersediaan air, serta menghadapi dampak musim kering secara bersama-sama.

Doa telah dipanjatkan. Kini masyarakat menanti jawaban langit—hujan yang turun, asap yang mereda, dan air yang kembali mengalir untuk memenuhi kebutuhan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *