Bukan Sekadar Bicara, Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla Kalteng di Tengah Asap Tebal

0
1788542127776-1

Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada unggahan di media sosial. Aktris sekaligus aktivis lingkungan Sherina Munaf memilih turun langsung ke lapangan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Pada awal September 2026, Sherina datang ke sejumlah lokasi terdampak karhutla dan berkolaborasi dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, serta tim terkait lainnya.

Sebelum tiba di lokasi, dampak karhutla bahkan sudah dirasakan Sherina sejak berada di dalam pesawat dari Jakarta menuju Palangka Raya. Asap tebal mengganggu jarak pandang saat penerbangan, sementara bau asap disebut masuk hingga ke kabin pesawat. Sherina kemudian mengenakan masker untuk melindungi diri dari paparan asap.

Angkat Selang, Hadapi Bara di Lahan Gambut

Setibanya di Kalimantan Tengah, Sherina tidak hanya melihat kondisi lapangan. Ia ikut membantu proses pemadaman di sejumlah titik, termasuk kawasan Hiu Putih dan Taman Wisata Alam (TWA) Galeget Tiawu.

Di kawasan gambut, tantangan pemadaman jauh lebih kompleks. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar selesai karena bara dapat bertahan di bawah lapisan gambut dan kembali menyala.

Sherina pun terlihat ikut mengangkat selang dan menyemprotkan air untuk membantu proses pembasahan serta penanganan bara. Tim BKSDA Kalteng sebelumnya telah melakukan upaya pemadaman selama berhari-hari di kawasan tersebut.

Keterlibatan langsung itu memperlihatkan sisi lain dari seorang figur publik. Di tengah asap tebal dan jarak pandang terbatas, Sherina memilih berada bersama para petugas dan relawan yang setiap hari berhadapan dengan kondisi sulit di lapangan.

Tak Hanya Hutan, Satwa dan Relawan Juga Jadi Perhatian

Perhatian Sherina tidak berhenti pada upaya memadamkan api. Bersama BOSF, ia juga melihat dampak kebakaran dan kabut asap terhadap lingkungan serta satwa liar, termasuk kawasan rehabilitasi orangutan.

Karhutla bukan hanya persoalan api yang membakar vegetasi. Kebakaran di kawasan hutan dan gambut juga mengancam habitat satwa, memperburuk kualitas udara, serta dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Sherina juga mengunjungi Universitas Palangka Raya untuk melihat secara langsung dampak kabut asap terhadap aktivitas di sekitar kampus. Selain itu, dukungan logistik diberikan untuk membantu para petugas dan relawan yang masih berjibaku menangani karhutla.

Bersama gerakan Pawerful Voices, Sherina turut mendorong penggalangan dana untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla dan para pejuang lapangan.

“Petualangan Sherina” yang Berubah Menjadi Aksi Nyata

Aksi Sherina di tengah karhutla Kalteng kemudian mendapat perhatian publik. Sejumlah pemberitaan bahkan menggambarkan aksinya sebagai “Real Petualang Sherina”, merujuk pada karakter ikonik yang pernah diperankannya, tetapi kali ini dalam konteks nyata di lapangan.

Terlepas dari sorotan tersebut, keterlibatan Sherina membawa pesan penting: persoalan lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar kepedulian di ruang digital.

Ketika hutan terbakar, gambut menyimpan bara, asap mengganggu kehidupan masyarakat, dan satwa kehilangan habitat, dukungan terhadap para petugas dan relawan menjadi bagian penting dari upaya menghadapi bencana.

Sherina memilih membuktikan kepeduliannya dengan hadir langsung—mengangkat selang, membantu membasahi lahan, mendukung logistik, sekaligus menyuarakan kondisi karhutla kepada publik.

Di tengah ancaman karhutla yang berulang, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab petugas di garis depan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *