DPR Dorong Penguatan Lanud Ngurah Rai: Infrastruktur, Status, dan Personel TNI AU Perlu Ditingkatkan
BADUNG, BALI — Sorotan Publik — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, mendorong peningkatan infrastruktur, status pangkalan, serta penambahan personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) di wilayah Bali.
Menurut Dave, penguatan tersebut diperlukan untuk menopang tingginya intensitas penugasan pengamanan tamu negara sekaligus mendukung berbagai agenda latihan militer yang berlangsung di wilayah Bali.
Pernyataan tersebut disampaikan Dave setelah memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi I DPR RI ke Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, pada Jumat (26/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dave menerima masukan dan laporan dari Komandan Lanud beserta jajaran mengenai berbagai kendala serta kebutuhan operasional yang dihadapi satuan.
“Kita mendengar masukan dan juga laporan dari Pak Komandan beserta jajarannya tentang segala macam kendala yang dihadapi dan juga penugasan-penugasan karena di Bandara Ngurah Rai ini sering kedatangan tamu-tamu asing yang merupakan VIP, kepala pemerintahan, kepala negara ataupun juga instansi-instansi lainnya,” ujar Dave.
Tiga Usulan Penguatan Lanud Ngurah Rai
Dave menilai tingginya aktivitas di Bali membutuhkan dukungan pertahanan yang memadai. Selain pengamanan tamu negara, kawasan tersebut juga menjadi lokasi berbagai aktivitas dan agenda latihan militer.
Karena itu, ia menyampaikan tiga kebutuhan utama yang perlu diperhatikan, yakni peningkatan infrastruktur pangkalan, peningkatan status satuan operasional, serta penambahan jumlah personel secara proporsional.
Menurutnya, penguatan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan tingkat aktivitas yang dihadapi satuan TNI AU di Bali.
Kesejahteraan Prajurit Perlu Disesuaikan
Selain persoalan infrastruktur dan personel, Dave turut menyoroti aspek kesejahteraan prajurit. Ia mengatakan penyesuaian kesejahteraan perlu mempertimbangkan perkembangan indeks kebutuhan hidup di Bali.
“Ditambah lagi kondisi perekonomian Bali yang terus berkembang dan juga kondisi indeks kebutuhan yang juga terus meningkat, maka perlu ada penambahan-penambahan di hal tersebut,” imbuhnya.
Dave menilai pemenuhan kebutuhan tersebut penting agar prajurit yang menjalankan tugas di Bali dapat melaksanakan mandat pengamanan secara optimal.
“Pemenuhan ini untuk memastikan kelanjutan kehidupan mereka sehari-hari, sehingga para prajurit tetap menjadi teladan baik bagi keluarganya ataupun masyarakat sekitarnya,” ujarnya.
Komisi I DPR Kawal Kesiapan Pertahanan
Penguatan Lanud I Gusti Ngurah Rai menjadi bagian dari perhatian Komisi I DPR terhadap kebutuhan pertahanan dan kesiapsiagaan TNI.
Komisi I DPR memiliki fungsi pengawasan terhadap sektor pertahanan, termasuk memastikan kebutuhan sarana, prasarana, personel, serta modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan.
Dengan meningkatnya aktivitas internasional di Bali, dukungan terhadap satuan TNI AU di wilayah tersebut dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan sekaligus mendukung pengamanan berbagai kegiatan kenegaraan.
Komisi I DPR juga berkomitmen untuk terus memantau kebutuhan TNI agar pembangunan sarana dan prasarana pertahanan dapat berjalan sejalan dengan tuntutan tugas serta perkembangan kondisi strategis nasional.
