Perkuat Akses Pasar Tiongkok, Barantin Sinergi dengan KBRI

0
IMG-20260825-WA0031(1)

Jakarta — Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat sinergi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tiongkok dalam upaya memperluas akses pasar komoditas Indonesia ke Tiongkok. Hal tersebut disampaikan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia di Tiongkok pada Senin (24/8/2026).

Penguatan sinergi tersebut menjadi bagian dari strategi mengoptimalkan diplomasi dan fungsi karantina nasional untuk mendukung peningkatan ekspor komoditas Indonesia.

Karding menyampaikan bahwa perluasan akses pasar Tiongkok membutuhkan kolaborasi antara pemenuhan persyaratan teknis karantina dan dukungan diplomasi. Menurutnya, kualitas komoditas Indonesia, sertifikasi Barantin, serta komunikasi strategis melalui perwakilan diplomatik menjadi elemen penting dalam membuka peluang pasar di Tiongkok.

Standar Karantina Jadi Kunci Ekspor

Permintaan pasar Tiongkok yang terus meningkat menjadi peluang bagi komoditas Indonesia untuk memperluas pasar internasional.

Dalam hal ini, Barantin berperan memastikan pemenuhan standar kesehatan hewan, kesehatan tumbuhan, serta keamanan pangan melalui pemeriksaan dan sertifikasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan negara tujuan.

“Pemenuhan standar dan persyaratan karantina menjadi fondasi penting dalam memastikan komoditas Indonesia dapat diterima di pasar Tiongkok. Karena itu, penguatan koordinasi dengan perwakilan diplomatik diperlukan agar aspek teknis dan diplomasi dapat berjalan secara sinergis,” ujar Karding.

Pemenuhan standar tersebut juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan negara tujuan terhadap kualitas dan keamanan komoditas Indonesia.

Diplomasi Bantu Buka Akses Pasar

Selain aspek teknis, dukungan diplomasi diperlukan untuk membantu menavigasi proses birokrasi serta membangun komunikasi dengan otoritas terkait di Tiongkok.

Pertemuan Barantin dan KBRI Tiongkok juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam ekspor komoditas Indonesia.

Kendala tersebut antara lain berkaitan dengan persyaratan teknis, protokol karantina, serta ketentuan sanitary and phytosanitary (SPS) yang harus dipenuhi komoditas sebelum masuk ke pasar Tiongkok.

Kolaborasi antara Barantin dan perwakilan diplomatik diharapkan dapat memperkuat koordinasi sehingga berbagai hambatan teknis maupun administratif dapat ditangani secara lebih efektif.

Dorong Daya Saing Komoditas Indonesia

Barantin memandang sinergi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem akses pasar yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga pemenuhan standar dan peningkatan kepercayaan internasional terhadap komoditas Indonesia.

Dengan dukungan sertifikasi karantina dan diplomasi yang terarah, komoditas Indonesia diharapkan semakin memiliki daya saing dan peluang untuk diterima di pasar Tiongkok.

Melalui sinergi tersebut, Barantin optimistis upaya membuka akses pasar Tiongkok dapat terus diperkuat. Kolaborasi ini diharapkan bermuara pada peningkatan ekspor komoditas Indonesia, penguatan ketahanan pangan, serta tumbuhnya kepercayaan internasional terhadap kualitas dan keamanan produk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *