Kemen PPPA Salurkan 30 Ton Bantuan Spesifik bagi Perempuan dan Anak Korban Gempa NTT

0
IMG-20260825-WA0036

Jakarta — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama para mitra dunia usaha menyalurkan sekitar 30 ton bantuan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut dikirim dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggunakan pesawat Hercules dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menuju NTT.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan bantuan disiapkan berdasarkan pemetaan kebutuhan khusus perempuan dan anak di wilayah terdampak gempa. Menurutnya, kebutuhan perempuan dan anak dalam situasi bencana memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan darurat.

Bantuan Mencakup Kebutuhan Perempuan dan Anak

Bantuan yang dihimpun dalam waktu sekitar dua hari setelah koordinasi dilakukan berasal dari sejumlah mitra, di antaranya APSAI, APPNIA, Danone, Nestle, Wings, Unilever, Indofood, Tanoto Foundation, PIMTI, IWAPI, APJI, PWKI, dan Muslimat NU.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan nutrisi dan pangan bagi balita serta anak, air minum kemasan, makanan olahan, dan logistik siap saji.

Untuk kebutuhan perempuan dan bayi, bantuan juga meliputi popok bayi, pembalut, sabun, pasta dan sikat gigi, serta losion antinyamuk.

Selain kebutuhan dasar, bantuan nonpangan yang disalurkan mencakup pakaian anak dan dewasa, mukena, abaya, handuk, selimut, sarung, serta buku edukasi psikososial berupa buku cerita dan buku mewarnai.

Menteri PPPA Tinjau Korban Gempa

Dalam kunjungannya ke NTT, Menteri PPPA menjenguk masyarakat korban gempa yang mendapatkan perawatan di Posko Bantuan Lamba Leda Utara dan RSUD Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Salah seorang korban, Adelina Jelinda (44), menyampaikan terima kasih atas bantuan tongkat kaki empat yang diterimanya. Adelina mengalami cedera akibat tertimpa reruntuhan saat gempa terjadi ketika dirinya berusaha menyelamatkan anaknya yang masih balita.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, mendapatkan perhatian dalam proses penanganan bencana.

Pos SAPA Disiapkan di Lokasi Bencana

Kemen PPPA juga mempersiapkan pembentukan Pos SAPA di lokasi terdampak bencana. Pos tersebut akan menjadi simpul koordinasi layanan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan dan rekonstruksi.

Layanan yang disiapkan mencakup akses pengaduan dan perlindungan, pendataan terpilah, asesmen kebutuhan spesifik, ruang aman dan nyaman, serta akses terhadap layanan kesehatan, psikososial, hukum, dan layanan lainnya.

Menteri PPPA menegaskan keberadaan Pos SAPA penting untuk memastikan perempuan dan anak tetap mendapatkan perlindungan selama berada dalam situasi darurat.

Penanganan perlindungan perempuan dan anak di lokasi bencana dilakukan melalui kolaborasi dengan BNPB, Kementerian Sosial, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, relawan, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta berbagai mitra lainnya.

Bantuan tersebut menjadi wujud kolaborasi berbagai pihak untuk hadir bersama masyarakat terdampak gempa NTT. Pemerintah juga mendorong agar solidaritas dan kepedulian tidak berhenti selama masa tanggap darurat, tetapi terus berlanjut hingga proses pemulihan dan rekonstruksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *